<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741</id><updated>2012-02-17T03:13:22.132+07:00</updated><category term='Rehat'/><category term='Tafakur'/><category term='Oase'/><title type='text'>Ta'lim Sakinah</title><subtitle type='html'>Memperdalam Ilmu Menguatkan Iman</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-3238256611307312037</id><published>2009-03-22T13:49:00.003+07:00</published><updated>2009-03-22T13:57:42.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>BARANGSIAPA BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, ”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (HR. Bukhori - Muslim)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca hadits di atas, ada semacam tanda tanya. Mengapa persoalan bicara disampaikan bersama dengan perkara menghormati tetangga dan memuliakan tamu? &lt;br /&gt;Lalu mulailah diri ini merenung.... &lt;br /&gt;Kalau menjaga lisan dihubungkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhir, OK lah. Bisa dipahami dan sangat nyambung. Bahwa manusia, sesuai fithrahnya memang tidak dapat lepas dari persoalan komunikasi dengan manusia lainnya, setiap saat. Sehingga potensi keselamatan hidup manusia di dunia dan akhirat sangat tergantung pada cara berkomunikasinya tersebut. &lt;br /&gt;Kemudian, kalau urusan menghormati tetangga menjadi bukti iman seorang muslim kepada Allah dan hari akhir, itu juga sangat wajar dan bisa dipahami. Karena tetangga adalah orang terdekat di sekitar keluarga kita. Apabila kita mempunyai kelebihan rezeki, maka sudah sepantasnya tetangga ikut merasakan kelebihan tersebut. Atau, bila ada tetangga yang membutuhkan bantuan maka kitalah yang pertama kali wajib menolong dan meringankan beban tersebut. Satu hal yang memang wajar dan pantas dikaitkan dengan keimanan seorang muslim. &lt;br /&gt;Dan, kalau soal memuliakan tamu menjadi tolok ukur keimanan seorang muslim, itu juga wajar.&lt;br /&gt;Apalagi bagi kita yang hidup di ruang budaya Timur. Etika ketimuran secara alamiah mendidik kita untuk bersikap baik dan menghormati setiap tamu yang datang ke rumah. Meskipun itu tamu yang baru kita kenal. Maka tak berlebihan kalau Islam menjadikan akhlaq memuliakan tamu sebagai salah satu tolok ukur keimanan seorang muslim. &lt;br /&gt;Tapi, kalau ketiganya disebutkan dalam satu hadits, apa maksudnya? Hikmah apakah yang tersimpan di dalamnya? Diri ini merenung semakin dalam....&lt;br /&gt;Rupanya ada kata kunci yang terlihat menghubungkan ketiganya. Kata kuncinya adalah menghormati dan menghargai. Ketiga perintah di atas mengajak mu’min untuk menghormati dan menghargai orang lain dalam kehidupannya sehari-hari. Dimulai dari hal yang paling sederhana dan paling dekat, yaitu berbicara, bertetangga, dan saat menjadi tuan rumah.   &lt;br /&gt;Pertama, soal bicara. Orang berbicara setiap ada kesempatan, di mana pun di pojok dunia ini. Di jalan, di toko, di sekolah, di rumah, di pasar, bahkan  di sekolah khusus tuna wicara sekalipun! Berbicara adalah hal paling sederhana yang dilakukan manusia untuk menyampaikan keinginan dan maksudnya. Maka Islam mengajarkan, agar kepada siapa pun seorang mu’min harus (wajib) menjaga lisannya dari perkataan yang buruk, sia-sia, atau menyakitkan. Tujuannya, untuk menghormati dan menghargai orang lain.  &lt;br /&gt;Kedua, soal tetangga. Menghormati tetangga berarti, jika ada tetangga yang menyebalkan, yang berulah, dan sombong, bukan berarti wajib dibalas dengan perbuatan yang serupa. Justru dengan hadits ini, seorang mu’min didorong untuk bersikap sebaik-baiknya pada tetangganya. Dan jika si tetangga melakukan kesalahan, maka seorang mu’min tidak boleh berkata kasar (apalagi mengumpat) padanya, atau berkata tentang keburukannya, atau menggunjing tentangnya, atau menyakitinya. Sebaliknya, seorang mu’min wajib menasehati tetangganya.&lt;br /&gt;Ketiga, soal tamu. Memuliakan tamu berarti menghormati dan menghargai kebutuhan tamu.&lt;br /&gt;Bagaimana seorang mu’min yang menjadi tuan rumah dapat menghadirkan suasana nyaman pada tamunya. Intinya bukan pada materi yang disajikan, tetapi cara memperlakukan kehadiran tamu tersebut dalam rumah kita. Persoalan ini ternyata ada kaitannya dengan komunikasi. Bukankah salah satu cara terbaik menghormati tamu adalah berbicara dengan baik dan ramah kepada mereka? Tentunya dengan diiringi wajah yang ramah pula.&lt;br /&gt;Sementara kaitannya dengan tetangga ternyata ada juga. Sebab tetangga adalah pihak yang berpotensi besar menjadi tamu di rumah kita, selain teman-teman dan saudara. Bukankah dalam hubungan bertetangga sehari-hari, kita tidak terlepas dari mampir atau main ke rumah tetangga? Entah karena keperluan arisan, pertemuan PKK, menjenguk yang sakit, syukuran, atau sekedar pinjam panci. Maka di saat-saat seperti itu, menjelmalah tetangga kita sebagai tamu di rumah kita. &lt;br /&gt;Sayangnya, kebanyakan orang menganggap tetangga yang berkunjung bukanlah tamu. Sehingga kala mereka bertamu seringkali kita berkata, ”Nggak usah sungkan, ya. Kayak tamu, aja.” Lalu kita biarkan mereka mengambil minum/makan sendiri, tanpa menyajikan dan mempersilakannya dengan sopan dan memuliakan mereka layaknya tamu. Jadi salah kaprah.  &lt;br /&gt;Sungguh mulia syari’at Islam yang menuntun manusia ke dalam rahmat. Tak hanya mengatur sikap hidup pribadi, tapi juga secara detil mengatur tata cara berinteraksi di antara sesama makhluq Allah. Menghasung sikap saling menghormati dan saling mengasihi, serta menghindarkan kehidupan di dunia ini dari kebencian dan kerusakan. Akhirnya, perenungan ini berujung pada rasa syukur dan makin cinta Islam. [anggota majelis ta’lim Sakinah]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-3238256611307312037?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/3238256611307312037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=3238256611307312037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3238256611307312037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3238256611307312037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2009/03/barangsiapa-beriman-kepada-allah-dan.html' title='BARANGSIAPA BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-4065416973518070276</id><published>2009-03-22T13:41:00.005+07:00</published><updated>2009-03-22T13:46:59.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Ayo, Berinfaq Fii Sabilillah Sekarang Juga!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan mengapakah kamu tidak menafkahkan (sebahagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allahlah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum kemenangan (penaklukan Makkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan  kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hadiid:10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kewajiban Menafkahkan Harta di Jalan Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awal ayat 10 Qur’an surat Al-Hadid ini mengisyaratkan tentang kewajiban infaq. Seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir maka patutlah kiranya ia membelanjakan sebagian hartanya di jalan Allah. Hal ini menjadi karakter utama seorang muslim yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah ayat 3, ”Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfaq-kan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Allah memerintahkan kita membelanjakan sebagian harta di jalan-Nya, padahal IA Maha Kaya? Karena Allah SWT hendak menguji keimanan kita dengan hal itu. Bagaimana mungkin seorang dikatakan beriman kepada Allah SWT saja, jika di dalam hatinya masih bercokol rasa takut miskin. Takut miskin atau takut kekurangan segala sesuatu (materi) adalah sifat-sifat manusia yang menghambakan dirinya kepada dunia. Padahal Allah SWT menginginkan manusia untuk menghamba hanya kepada-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah SWT yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan langit. DIAlah pemilik alam semesta ini yang di tangan-Nya terletak segala perbendaharaan dan khazanah langit dan bumi. Allah juga yang Maha Berkuasa menentukan setiap jalan rizki semua makhluq-Nya. Apa saja yang menjadi sumber rezeki kita, semuanya berasal dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, apa saja yang kita nafkahkan di jalan Allah, maka pastilah Allah akan menggantikannya. Jangankan orang yang melaksanakan perintah-Nya, kepada orang yang banyak maksiat saja Allah beri rizqi. Allah adalah sebaik-baik Pembalas dan Pemberi rezeki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyegerakan Berinfaq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, hal penting yang patut digarisbawahi selanjutnya dari ayat 10 surat Al-Hadid di atas adalah, semangat untuk menyegerakan berinfaq. Berinfaqlah di saat umat Islam sedang membutuhkan banyak pengorbanan dalam perjuangan fii sabilillah. Sebab, Allah memberikan derajat atau kedudukan yang lebih tinggi bagi orang-orang yang mau berinfaq di saat berperang  sebelum kemenangan (Penaklukan Makkah), dibanding orang-orang yang berinfaq dan berperang sesudah itu. Hal ini dapat dipahami kerana perjuangan sebelum penaklukan Makkah lebih berat dan lebih sulit. Mereka yang berjuang ketika itu adalah orang-orang yang benar-benar teruji imannya. Sementara setelah penaklukan Makkah, masyarakat berbondong-bondong masuk Islam dengan berbagai alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya kisah perselisihan antara Khalid bin Walid dengan Abdur-Rahman bin Auf berikut ini dapat dijadikan pelajaran bagi kita. Suatu ketika Rasullullah saw. mengutus Khalid untuk berjumpa Bani Jadzimah dan menawarkan mereka masuk Islam atau berperang. Bani Jadzimah menjawab, “Soba’na, soba’na",” bukan “aslamna” (kami telah Islam). Khalid menganggap jawaban itu sebagai pembangkangan terhadap Islam. Khalid bin Walid lalu memerintahkan tentera Islam  membunuh mereka, termasuk yang tertawan. Sementara Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Umar dan beberapa sahabat lain tidak setuju dengan tindakan Khalid itu. Maka berselisihlah Khalid dengan Abdurrahman. Rupanya Khalid telah mengeluarkan kata-kata yang menyinggung. Ketika perkara itu dilaporkan kepada Rasululllah Saw., maka Rasululllah  Saw. berkata kepada Khalid, “Jangan kamu usik para sahabatku. Demi Allah yang jiwaku dalam tangan-Nya, sekiranya kamu menafkahkan emas sebesar bukit Uhud dan gunung seekalipun, itu belum cukup sepadan dengan amal- amal mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Khalid juga seorang sahabat Rasulullah SAW yang masuk Islam sebelum penaklukan Mekkah, tetapi Abdurrahman bin Auf masuk Islam lebih dulu, ia termasuk dalam Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang awal masuk Islam/mengikuti Rasulullah Saw.). Ucapan Rasulullah Saw. kepada Khalid itu menunjukkan sahabat-sahabat yang masuk Islam dan berjuang lebih awal atau terdahulu tidak boleh dilecehkan jasa-jasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah SWT meletakkan neraca dan nilai pengorbanan kita dalam mengikuti perintah-Nya. Bahwa kedudukan orang-orang yang  berjuang dan berkorban ketika dalam keadaan susah payah tidaklah sama dengan orang-orang yang berjuang dan berkorban setelah berlalu masa sulit nan berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, segeralah berinfaq di jalan Allah. Saat ini di seluruh dunia, umat Islam sedang dirundung duka dan dalam perjuangan menegakkan agama Allah SWT. Sehingga banyak sekali kesempatan yang terbuka bagi kita untuk menafkahkan sebagian harta kita untuk turut membantu perjuangan saudara-saudara kita itu. Mulai perjuangan da’wah di dalam negeri, sampai membantu peperangan suci di luar negeri. Apalagi sekarang kita sudah mengalami masa modern yang memudahkan aktivitas donasi atau pemberian sumbangan jarak jauh dan sistem online. Kita tidak perlu repot-repot pergi berkunjung ke tempat yang membutuhkan. Cukup melalui transfer antar rekening bank, atau HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jaminan &amp; Balasan dari Allah SWT Bagi Orang Yang Berinfaq Fii Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian akhir ayat 10 Qur’an surat Al-Hadid di atas, Allah berfirman, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Allah menjanjikan pada masing-masing mereka balasan yang terbaik.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa mereka yang berjuang dan berinfaq, baik sebelum dan sesudah kemenangan, masing-masing akan mendapat balasan surga dan karunia Allah. Sesungguhnya surga Allah terbuka luas bagi mereka yang berjuang dan berinfaq di jalan-Nya, tak peduli kapan dan dimana. Meskipun demikian, kita tetap mengingat bahwa, surga Allah itu pun bertingkat-tingkat. Maka dari itu marilah kita berlomba-lomba mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya kita bisa mencontoh sikap Abu Darda’ berikut ini. Begitu mendengar seruan Allah dalam surat Al-Hadid ayat 11 yang berbunyi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia.”&lt;/span&gt; Maka Abu Darda’ segera menghadap kepada Rasulullah Saw. untuk menyerahkan seluruh kebun beserta isinya agar dimanfaatkan di jalan Allah. Demikianlah gambaran sikap sahabat Rasullah Saw. yang ”Sami’na wa ’Atho’na”. Begitu diperintahkan, saat itu juga dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 11 Surat Al-Hadid adalah balasan yang Allah SWT janjikan bagi orang yang berinfaq di jalan Allah. Selain itu Allah juga telah memberikan jaminan terhadap setiap ‘amal sholeh yang kita lakukan, sebagaimana firman-Nya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”....Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan,...”&lt;/span&gt; (Q.S. Ali-’Imron:195). Padahal Allah SWT Maha Benar dan Maha Menepati Janji. Maka, apalagi yang perlu kita ragukan untuk menyisihkan dan memberikan sebagian harta kita bagi perjuangan umat &amp; da’wah Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jaminan dan janji balasan dari Allah SWT itu pula kita tidak perlu takut  miskin atau kekurangan karena berinfaq. Justru sebaliknya, kita patut merasa aman karena yakin pasti Allah akan mengganti semua yang kita nafkahkan di jalan-Nya itu. Bahkan sebagaimana janji Allah, akan mengembalikannya berlipat ganda! Adakah balasan yang lebih baik dari balasan Allah? Dan sungguh, Allah tidak menyalahi janji-janji-Nya. Jadi, tunggu apalagi, AYO BERINFAQ! Wallahu-a’lamu bishowwab. Riz. Sumber: Kajian Tafsir Pengajian Sakinah Selasa Pagi asuhan Ust. Zaini, http://members.tripod.com/~hasan98/alhdid10.htm, http://anak-emas.blog.plasa.com/2008/07/28/doa-dua-malaikat-setiap-subuh/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-4065416973518070276?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/4065416973518070276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=4065416973518070276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/4065416973518070276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/4065416973518070276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2009/03/ayo-berinfaq-fii-sabilillah-sekarang.html' title='Ayo, Berinfaq Fii Sabilillah Sekarang Juga!'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-76111740188717818</id><published>2009-03-22T13:35:00.002+07:00</published><updated>2009-03-22T13:37:11.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>JANGAN BIARKAN  PALESTINA MENANGIS</title><content type='html'>Berbicara tentang Palestina,  tidak lepas dari koplik panjang perperangan. Tanah Palestina berbeda dengan Negara-negara dimuka bumi ini, karena Allah swt memberi keistimewaan pada tanah para nabi ini, tiga peradapan besar menoreh sejarahnya dinegeri ini yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Bagi ummat Islam Palestina merupakan kiblat pertama,  tempat miqrajnya Rasullulah ke sidratulmuntha, tanah suci ketiga setelah Makkah dan Madinah, seperti sabda Rasullulah saw, ”Kalian tidak boleh mempersiapkan untuk melakukan perjalanan ziarah, kecuali pada tiga masjid yaitu Masjidil Haram, masjid Rasul saw dan masjid Al Agsa. Disamping itu Palestina juga disebut tanah para nabi dan rasul,  serta tempat yang diberkati sekelilingnya, Allah berfirman, ”Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqso yang kami berkahi sekelilingnya,…”(Al Israa ayat1) &lt;br /&gt; Membahas bangsa Israel  sungguh membingungkan, disamping janjinya yang tidak bisa dipegang, zionis Israel juga tidak mengerti asal usulnya, padahal mereka bukanlah penduduk asli Palestina, kedatangan mereka sebelum lahirnya Isa bin maryam, sampai permulaan masehi bukalah sebagai penduduk asli tapi sebagai imigran dari Mesir. Sebelum masuknya bangsa Israel, Palestina dihuni oleh bangsa Kanaan yang merupakan nenek moyang bangsa Palestina (Qs Al Maidah 21-26). Namun sebagai penjajah  dengan arogannya mereka mengusir penduduk asli muslim Palestina, Imperialisme ini dimulai ketika bangsa Israel ini menguasai kota Jerusalem. Kota yang indah ini  berdiri masjid yang sangat dimuliakan oleh Ummat Islam Masjidil Aqso. Selama 60 tahun imperialismenya ke Palestina Israel sudah hampir menguasai seluruh tanah Palestina, tak terhitung berapa banyak syuhada palestina yang mati dalam mempertahankan tanah airnya.  Dasar serakah, Israel tidak pernah merasa puas, yang diinginkannya ialah mengusir seluruh ummat Islam dari Palestina, bahkan menyahudikan Palestina.&lt;br /&gt;Maka tidak salah bila dikatakan Israel seperti maling teriak maling, Penjajah tapi mengaku dijajah, merampas tanah rakyat palestina, namun berteriak pada dunia  seolah-olah teraniaya.&lt;br /&gt;Aneh tapi nyata itulah Israel laknatullah. Sesuai dengan firman Allah swt,” Orang-orang kafir dari bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas(Al Maidah ayat 78)&lt;br /&gt; Bangsa Israel sangat bernapsu untuk menguasai Palestina, dengan cara penindasan dan peperangan walaupun Israel mencoba menutupi kekejamannya dimata dunia dengan isu politik yaitu menghancurkan  Hammas, kelompok yang sangat dicintai oleh mayoritas rakyat Palestina. Hal ini pernah saya tanyakan pada  beberapa pelayan hotel, ketika saya menginap di hotel Ambasador Jerusalem, mereka mengatakan bahwa Hammas adalah pemimpin mereka, mereka juga berharap rakyat Indonesia mendukung dan mendoakan  para pemimpin Hammas, kelompok mujahid yang begitu tangguh mempertahankan tanah air dan agamanya. Apapun alibi Israel  nyatanya rumah-rumah penduduk sipil, sekolah, masjid,  rumah sakit anak-anak, para wanita menjadi sasarannya. Jangan ditanya apakah ada rasa kasihan dihati mereka, jawabnya pasti tidak, karena Allah swt telah mengatakan Bangsa Israel itu adalah bangsa yang durhaka dan melampaui batas.&lt;br /&gt; Bila manusia diciptakan Allah sebagai mahluk yang berpikir dan mempunyai nurani, mahluk seperti apa yang pantas kita tujukan kepada zionis Israel, yang perilakunya sangat biadap ini. Sungguh tak mampu kita gambarkan bagaimana penderitaan saudara-saudara kita di jalur Gaza, memasuki hari ke 20 zionis Israil membombardir Palestina sudah 1000 lebih penduduk Palestina meregang nyawa diujung rudal Israel, dan 5000 lebih penduduk Gaza mengalami luka berat, lebih ironis lagi sebagian besar anak-anak dan wanita yang tak berdosa gugur akibat bombardir yang dibuang Israel dari udara, tanpa dosa seperti membuang ludah saja layaknya. &lt;br /&gt; Sahabat, kekejaman Israel melampaui batas, tank-tank zionis tanpa dosa melumat tubuh mungil anak-anak Palestina, monjong-monjong senapang ditembakkan kearah jantung dan kepala bocah yang tak berdaya, bahkan menurut laporan dari PBB  zionis Israel mengumpulkan 120 penduduk Zaitun Gaza dalam satu gedung kemudian membom gedung itu berkali-kali, sehingga tiga puluh warga syahid, termasuk bayi berusia 6 bulan.  Tidak hanya itu derita Gaza menurut WHO 60-75% kelaparan, 64% kurang darah, 30% keracunan, 10% anak-anak menderita secara kejiwaan karena setiap saat disuguhi kekejaman zionis.&lt;br /&gt;Namun seperti biasa pemerintah Israel selalu mencari simpati dunia dengan mengatakan target mereka hanya Hammas. Nyatanya hampir 500 anak-anak Palestina terbunuh. Hal ini memang salah satu target dari Israel, karena akhir Ramadhan 1429 yang lalu pemimpin Hammas, Khaled Misyal melantik 3500 anak-anak palestina yang hafiz Al Quran. Israel sadar betul, jika anak-anak sekecil itu sudah hafiz Al Quran, bagaimana bila mereka besar nanti, tentu akan menjadi mujahid yang tangguh.&lt;br /&gt; Derita Gaza sungguh memilukan, terisolir, kelaparan, kedinginan, fasilitas umum terputus, tanpa listrik dapat dibayangkan dengan suhu yang sangat dingin bayi-bayi gaza akan semakin menderita.  Bantuan makanan, obat-obatan, tim medis tak mampu melewati gerbang rafah,  gemboknya ditangan Husni Mubarak sang penguasa Mesir yang hanya sibuk berunding, dan berjabatan dengan mentri luar negri Israel zipi Livni, bangsa yang membantai saudaranya sendiri. Bahkan pembantaian itu terjadi diteras rumahnya. Oh, Mr Mubarak ada apa denganmu?, kau bisa tersenyum dengan orang yang telah  membombardir anak-anak muslim di Gaza, mengapa kau begitu berat  membuka pintu perbatasan itu, agar  bantuan untuk penduduk gaza tidak terhalang, tidakkah kau malu dengan Venezuela  dan Bolivia yang  tersentuh hatinya melihat tragedi berdarah di Gaza, lansung bertindak nyata  memutuskan hubungan diplomatik dan mengusir dubes Israel, padahal mereka bukan bangsa Arab dan bukan dari Negara Muslim. Sementara kau tuan, apa yang telah kau lakukan untuk menolong saudaramu? Hai, Negara-negara Arab, mana reaksimu, apakah matamu buta dan telinga mu tuli, sehingga hatimu tak tersentuh melihat darah-darah yang tertumpah di Gaza. Lakukan langkah nyata, jangan hanya sibuk berunding, sementara rudal Israel tak berhenti menghujam ke jantung saudaramu.&lt;br /&gt; Mana suara pemimpin dunia? Barack Husen Obama Presiden terpilih di Amerika, tak banyak berkomentar, berbeda dengan reaksinya ketika kasus terror di Hotel Mumbai India, atau berbicara tentang krisis global. Maka  dapat disimpulkan bahwa Negara Islam tidak bisa berharap banyak dari Presiden kulit hitam pertama yang  berayah seorang Muslim Kenya ini, karena nyaris tak  berbeda dari penguasa sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sahabat, saya yakin setiap kita pasti mengutuk kekejaman zionis Israel, namun mengutuk saja belumlah cukup, banyak langkah nyata yang harus kita lakukan sebagai rasa solidaritas kita pada saudara kita yang teraniaya, diantaranya sisihkan rezeki yang Allah berikan untuk saudara kita di Gaza, karena mereka tidak hanya terancam jiwanya, tapi juga menderita secara ekonomi, betapa banyak anak-anak yatim, janda-janda, meskipun mereka selamat dari rudal-rudal Israel, namun banyak yang mengalami cacat permanent, buta, kehilangan kedua kaki dsbnya, mereka perlu dana untuk menyokong hidup. Siapa lagi yang dapat menolong mereka selain kita ummat Islam, apalagi Indonesia adalah Negara penduduk muslim paling banyak di dunia.&lt;br /&gt; Disamping itu, mari kita bersatu untuk tidak mengkosumsi produk Israel dan sekutunya Amerika. Malaysia telah melakukan, mengapa kita tidak?  Yuk, mulai dari keluarga kita, anak-anak kita tanamkan pada jiwa mereka yang masih polos untuk berempati kepada   anak-anak di Gaza dengan mengajarkan kepada mereka untuk memilah-milah produk apa yang harus mereka beli.&lt;br /&gt; Sebagai muslim, kita juga harus mengerti tentang peta perjuangan rakyat Palestina, agar kita paham bahwa perjuangan rakyat Palestina, bukan hanya sekedar mempertahankan tanah airnya, tapi jauh lebih mulia dari itu, perjuangan Palestina  agar Islam tetap bersemi di kota suci para nabi itu. &lt;br /&gt; Doa, itu adalah kekuatan ummat Islam, bohong kalau kita berempati pada derita Gaza namun enggan mendoakannya. Marilah kita panjatkan doa, agar para mujahid Palestina selalu dalam lindungan Allah swt, tetap kuat dan sabar dalam mempertahankan haknya agar bumi Palestina tidak dirampas, dan Islam tetap subur disana. Anak-anak yang gugur menjadi bidadari-bidadari di syurga, kelak dihari pembalasan  akan menolong orangtua mereka. Para pejuang yang syahid karena rudal Israel mendapat balasan Jannah dari Allah, karena bagi setiap muslim tiada yang paling indah selain mati sebagai syahid.&lt;br /&gt; Sahabat, mari kita satukan langkah menyusun barisan untuk menolong saudara kita di Palestina, jangan biarkan korban bertambah, nyawa melayang, satu tekad kita JANGAN BIARKAN PALESTINA MENANGIS (Lva)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-76111740188717818?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/76111740188717818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=76111740188717818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/76111740188717818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/76111740188717818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2009/03/jangan-biarkan-palestina-menangis.html' title='JANGAN BIARKAN  PALESTINA MENANGIS'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-5882700443936281645</id><published>2009-03-22T12:03:00.007+07:00</published><updated>2009-03-22T13:32:02.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Mengapa Harus Dukung Palestina</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah Kmi berkati sekitarnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (Kebesaran dan Kekuasaan) Kami.” (Q.S. Al-Israa’: 1)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Permusuhan Kaum Musyrikin Terhadap Islam&lt;br /&gt; Ketika Allah Ta’ala mengutus Muhammad saw. dengan membawa risalah kebenaran dan hidayah-Nya, untuk dimenangkan terhadap seluruh agama yang ada, kaum musyrikin membenci Nabi serta kaum muslimin. Hal itu Allah tegaskan di QS. As-Shaf ayat 8-9, ”Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik benci.” Kaum musyrikin yang disebutkan di ayat ini dimotori kaum Yahudi dan Nasrani. Begitu dalamnya kebencian mereka hingga segala cara dan tipu daya mereka lakukan agar Islam kehilangan pembelanya sebagaimana firman Allah di QS. Al-Baqarah: 120, ”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho(rela) kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, ” Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” &lt;br /&gt;Maka sejak itulah permusuhan terhadap Islam berlangsung sepanjang sejarah, tidak pernah mengendor dan berhenti sampai sekarang. Mereka, kaum musyrikin, kaum Yahudi, dan kaum Nasrani, saling bekerja sama untuk mengoyak Islam dari gelanggang kehidupan dan menggiring kaum muslimin ke jalan yang salah. Hingga hari ini rencana jahat mereka terhadap tanah Arab dan bumi Palestina tampak berhasil baik. Mereka berhasil meruntuhkan Khilafah Islam, menjadikan jazirah Arab terpecah-belah menjadi negara-negara kecil nan egois (dengan kekayaannya masing-masing),  serta memasuki dan menduduki wilayah Palestina.&lt;br /&gt;Kronologi Konspirasi Yahudi Untuk Menduduki Bumi Palestina&lt;br /&gt;1. Yahudi Bani Israil sangat marah ketika tahu bahwa Kenabian jatuh ke tangan bangsa Arab, anak keturunan Ismail 'alaihissalam. Itu pun turun di Makkah, bukan Madinah tempat mereka tinggal di sana. Mereka lalu membuat makar, atau bekerja sama dengan kaum kafir Quraisy untuk menjatuhkan Rasulullah saw dan kaum muslimin. Dalam peperangan-perangan itu, kabilah-kabilah Yahudi tersingkir, seperti kabilah Nadhir, Qainuqa, Quraidhah, hingga benteng terakhir mereka di Khaibar.&lt;br /&gt;2. Setelah mengalami kekalahan di masa Nabi saw. dan Khalifah-khalifah setelahnya, kaum Yahudi menyingkir dari Jazirah Arab. Mereka bergabung dengan Yahudi-yahudi lain di Eropa. Dalam masa ratusan tahun Yahudi menyebar di berbagai negara Eropa, seperti Spanyol, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan sebagainya.&lt;br /&gt;3. Dalam mengembangkan komunitas, kaum Yahudi tidak berbaur dengan masyarakat setempat, bahkan mengharamkan asimilasi. Mereka memelihara warisan-warisan agamanya (berdasar kitab Talmud), dan membangun kesombongan etnik sampai melampaui batas. Mereka menjalankan bisnis berbasis ribawi dan mereka melakukan ritual-ritual pengorbanan yang kejam. Ritual semacam ini kemudian terbongkar, sehingga Yahudi diusir dari negara-negara tertentu di Eropa, salah satunya dari Spanyol. Spanyol melarang Yahudi tinggal di negerinya sampai saat ini, karena kekejaman mereka dalam ritual keji itu.&lt;br /&gt;4. Setelah terusir dari Eropa, Yahudi kesekian kalinya menyebar ke negara-negara lain yang masih mau menampung mereka, antara lain ke Inggris dan Eropa Timur. Saat rakyat Eropa mulai eksodus menuju benua baru ditemukan oleh Columbus (Amerika), Yahudi ikut serta. Ketika Amerika merdeka dari tangan Inggris, Yahudi telah eksis di dalamnya.&lt;br /&gt;5. Yahudi juga datang ke wilayah Turki Utsmani sekitar 700 atau 800 tahun setelah era Nabi saw. Khilafah Islam yang telah melupakan kejahatan Yahudi di Madinah menerima mereka dengan baik di tengah-tengah masyarakat Turki Utsmani sebagai aplikasi ajaran Islam yang memperbolehkan di dalamnya orang Yahudi dan Nashrani tinggal, selama mereka membayar jizyah. Yahudi tidak dianiaya di negeri ini, mereka diberi pelayanan dan penghormatan, layaknya warga negara Islam. Setelah negara-negara Eropa banyak mengusir mereka, baru di Turki inilah mereka  diperlakukan dengan baik, sehingga mereka pun menjaga diri dari (maaf) kebejatan yang biasa mereka lakukan. Tetapi mereka membalas kebaikan itu dengan sebuah makar besar peruntuhan Khilafah Islam Utsmaniyah. Di Turki, kaum Yahudi menyiapkan konsep kejahatan global mereka untuk menguasai dunia. &lt;br /&gt;6. Dengan Deklarasi Balfour 1917, pemerintah Inggris  mendukung rencana Zionis Yahudi untuk merebut tanah Palestina dan menyebutnya sebagai ‘tanah air’ bagi Yahudi, dengan syarat mereka tidak boleh merugikan hak-hak dari komunitas-komunitas yang ada di sana. Saat itu, sebagian terbesar wilayah Palestina berada di bawah kekuasaan Khilafah Turki Utsmani, dan batas-batas yang akan menjadi Palestina telah dibuat sebagai bagian dari Persetujuan Sykes-Picot 16 Mei 1916 antara Inggris dan Prancis. Sebagai balasan untuk komitmen dalam deklarasi itu, komunitas Yahudi akan berusaha meyakinkan Amerika Serikat untuk ikut dalam Perang Dunia I. Tanggal 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Pasha at-Taturk dengan dukungan Inggris menggulingkan Khilafah Utsman yang saat itu dipimpin oleh Abdul Majid II, dan secara resmi menghapuskan sistem Khilafah Islam yang telah berjalan selama 1342 tahun. Sebagai balasan atas penggulingan itu, Turki menandatangani Traktat Lausanne yang menyatakan kemerdekaan Turki dan penarikan pasukan Inggris beserta sekutu-sekutunya dari wilayah Turki. Mustafa Kemal Pasha lalu menjadi Presiden pertama Turki yang sekuler dan anti-Islam.&lt;br /&gt;7. Runtuhnya Khalifah Islam diiringi terpecah belahnya Jazirah Arab menjadi negara-negara atau kerajaan-kerajaan kecil. Sebelum Yahudi memutuskan mendirikan negara di Palestina, waktu itu ada tiga pilihan tempat: Palestina, Agentina, atau Ethiopia. Pilihan akhirnya jatuh ke Palestina, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban Yahudi sendiri di Yerusalem dan sekitarnya. Karena sadar akan resiko pendudukan itu,  Yahudi mempersiapkan segala macam kekuatan, termasuk mendidik agen-agen loyalisnya di negara-negara Arab agar perpecahan yang terjadi tidak hanya mencakup wilayah kekuasaan tetapi juga dalam hal pemikiran Islam. Dengan terpecahnya pemikiran Islam di antara negara-negara Arab, Yahudi leluasa mengadu domba dan membuat konflik senantiasa menyala di Jazirah Arab, sehingga tanpa terasa sedikit demi sedikit imigrasi Yahudi ke bumi Palestina tidak lagi menjadi perhatian negara-negara Islam di sekelilingnya.&lt;br /&gt;Bersatu Dukung &amp; Bela Palestina &lt;br /&gt;   Setelah mengetahui betapa makar yang dibuat oleh kaum musyrikin Yahudi , permusuhan dan kebenciannya terhadap Islam,  maka sebagai pembela Islam, maka kita harus saling bekerja sama dan bersatu mendukung perjuangan Palestina dan HAMAS. Ini adalah perang yang dikobarkan untuk mematikan cahaya Islam. Meskipun Allah SWT telah menjamin bahwa segala makar yang dilakukan kaum musyrikin akan dikalahkan oleh kekuasaan-Nya dan adalah Allah sebaik-baik pembuat makar, tetapi kita tidak boleh berpangku tangan. Bagi yang berpunya harta, mari bantu dengan dana. Bagi yang berpunya persenjataan, teknik perang, atau pengobatan serta berkesempatan pergi ke sana,  mari bantu dengan tenaga. Dan bagi yang tak berdaya tenaga atau pikiran, atau  dana, mari bantu dengan do’a. Salah satunya adalah dengan membaca do’a Qunut Nazilah di raka’at terakhir setiap shalat kita, sebagaimana yang Rasulullah saw lakukan saat keadaan umat Islam dalam bahaya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Allaahummaghfirlanaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal muslimiina wal muslimaatiwa allaf baina quluubihim wa ash_lih dzaata bainahum wan_shur_hum 'alaa 'aduwwaka wa 'aduwwihim&lt;br /&gt;Allaahummal'anil kafaarotalladziina yashudduuna 'an sabiilika wa yukadz_dzibuuna rusulaka wa yuqottiluuna awliyaa'aka&lt;br /&gt;Allaahumma khoolif baina quluubihim wa zalzil aqdaamahum wa anzil bihim ba'sakalladziina laa yurodduu 'anil qoumil mujrimiin”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam. (riz)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-5882700443936281645?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/5882700443936281645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=5882700443936281645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5882700443936281645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5882700443936281645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2009/03/mengapa-harus-dukung-palestina.html' title='Mengapa Harus Dukung Palestina'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-8078898249973056089</id><published>2008-09-25T14:23:00.001+07:00</published><updated>2008-09-25T14:24:44.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Luqman Al-Hakim Seorang Nabi?</title><content type='html'>Para ulama salaf berikhtilaf mengenai kapasitas Luqman Sang Bijak ini: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Pendapat yang pertama yang diyakini sebagian besar ulama adalah, bahwa Luqman adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Hal ini berdasarkan latar belakang profesi Luqman yang dikisahkan sebagai hamba atau orang suruhan. &lt;br /&gt;Pendapat yang kedua, adalah bahwa Luqman termasuk seorang nabi yang tidak Allah sebutkan kenabiannya, sebagaimana firman Allah, ”Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepdamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.....” (Q.S. An-Nisaa’: 164) &lt;br /&gt;Baiknya, kita melihat kepada kisah-kisah yang lebih jauh tentang Luqman al-hakim ini. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah menggambarkan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian. Adapun ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang jagal. &lt;br /&gt;Alkisah, suatu hari majikan Luqman memerintahkannya untuk menyembelih seekor domba. Dia berkata kepada Luqman, “Sembelihkan domba ini untuk kami.” Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, “Ambillah bagian dagingnya yang terbaik.” Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba kemudian menyerahkannya pada Si Majikan.&lt;br /&gt;Si Majikan terdiam keheranan, ia menyuruhnya mengambil bagian daging yang terbaik tetapi mengapa lidah dan hati yang diberikan Luqman? Tetapi keheranan itu segera ditepisnya mengingat Luqman adalah orang yang terkenal jujur dan baik akhlaknya. Tidak mungkin ia bermaksud buruk dengan memberikan lidah dan hati domba itu kepadanya.&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, Si Majikan kembali memerintahkan Luqman menyembelih  domba. Kali ini ia  berkata, “Sembelihkan domba yang ini untuk kami. Dan Ambillah bagian dagingnya yang terburuk.” Luqman pun menyembelih domba itu lalu mengambil lidah dan hati domba. Kemudian menyerahkannya kepada Si Majikan.  &lt;br /&gt;Demi melihat apa yang diserahkan Luqman kepadanya, dengan gusar Si Majikan berkata, “Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik lalu kamu menyerahkan lidah dan hatinya. Kemudian aku menyuruhmu mengeluarkan bagian domba yang terburuk, tetapi kamu memberikan bagian yang sama. Apa maksudmu?” &lt;br /&gt;Luqman menjawab, “Sesunguhnya tiada perkara yang lebih baik daripada lidah dan hati.  Jika keduanya baik maka selamatlah jiwa manusia. Juga tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati. Sebab jiwa manusia bisa binasa disebabkan oleh keburukan lidah dan hati sendiri.” &lt;br /&gt;Dari kisah di atas, tergambar bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya. Inilah mengapa mayoritas ulama salaf memandang Luqman bukan sebagai nabi. Sebab sejarah mencatat para nabi dan rasul yang diutus Allah selalu berasal dari kalangan keluarga terhormat diantara kaumnya.  Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat kecenderungan manusia mendengarkan kata-kata orang yang terhormat dalam golongannya. &lt;br /&gt;Bila demikian halnya, kita tidak perlu lagi memusingkan dalam kapasitas sebagai apakah Luqman dikisahkan dalam Al-Qur’an. Sebab sesungguhnya Allah telah berfirman, ”Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, ”Bersyukurlah (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S. 31: 12). &lt;br /&gt;Demikianlah Allah telah memberikan karunia secara khusus kepada Luqman, kelebihan yang tidak diberikan Allah kepada manusia sebangsanya yang hidup pada masa itu. Allah menyuruhnya bersyukur, dan bersyukurlah Luqman. Maka sesungguhnya manfaat syukurnya berpulang pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Petiklah kisah dan kata-kata berhikmah dari Luqman yang lainnya. Suatu kali Luqman didatangi seseorang, lalu bertanya, “Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur?” Luqman menjawab, Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting.” &lt;br /&gt;Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab. “Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakan kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku.” Lalu Luqman berkata, “Aku menjaga mengontrol pandanganku, mejaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu lihat.”  Demikianlah Luqman dan kebijaksanaan yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-8078898249973056089?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/8078898249973056089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=8078898249973056089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8078898249973056089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8078898249973056089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/09/luqman-al-hakim-seorang-nabi.html' title='Luqman Al-Hakim Seorang Nabi?'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-3742690320852435340</id><published>2008-09-25T14:20:00.002+07:00</published><updated>2008-09-25T14:23:16.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>NASEHAT LUQMAN AL-HAKIM:  PRINSIP PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM</title><content type='html'>”Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Luqman: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret Gaya Hidup Generasi Muda Masa Kini&lt;br /&gt; Sepuluh tahun tahun terakhir ini TV kita makin marak dengan acara-acara hiburan. Ada sinetron, musik, komedi, film pendek, reality show, dan bermacam-macam ajang kontes.  Sungguh luar biasa kapitalis industri hiburan, mereka seolah tidak pernah puas menimbun otak dan jiwa generasi muda bangsa ini dengan budaya hedonis dan instan melalui program-program tayangannya. Tak cukup diiming-imingi kehidupan mewah dan mudah, mereka bahkan diajari juga cara cepat untuk mencapainya, yaitu: Ikut Kontes di TV! Pesona dan daya tarik dunia hiburan yang tampak begitu menggiurkan itu membuat audisi berbagai ajang kontes di TV selalu diikuti oleh puluhan ribu anak/remaja di seluruh Indonesia. Jauh lebih heboh dan ramai dibanding pendaftaran peserta tes masuk perguruan tinggi negeri. &lt;br /&gt;Ironis! Begitulah wajah umat Islam Indonesia. Di satu sisi Indonesia patut bersyukur, karena ditakdirkan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga muslim Indonesia tidak perlu takut atau bersusah payah menunaikan ibadah sehari-hari. Sementara di sisi lain, sikap dan gaya hidup umat Islam Indonesia dari tahun ke tahun semakin jauh saja dari perikehidupan Islami  Kelemahan internal umat yang mayoritas “miskin” ilmu agama mendapat gempuran dahsyat dari budaya luar yang “kaya” kebebasan nan menyesatkan. Inilah tantangan pendidikan generasi muda Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Islami &lt;br /&gt; Maka kini sudah saatnya umat Islam meletakkan kembali kepribadiannya, gaya hidupnya, pendidikannya, pemikirannya, hukum dan segala sendi kehidupannya, kepada landasan Islam. Hidup yang Islami secara keseluruhan sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 208,&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” Hidup dengan semua prinsip, tingkah laku, dan norma-norma yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Menjunjung tinggi tuntunan tersebut dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan nyata. Itulah esensi hidup Islami secara kaaffah. &lt;br /&gt;Memang sangat berat, sebab setan tak akan berhenti mengajak kepada kesesatan yang menjauhkan kita dari nilai-nilai Islam. Bahkan setan telah berjanji akan menggelincirkan umat ini turun temurun, sebagaimana yang mereka janjikan di hadapan Allah SWT, Iblis berkata, “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau beri tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil….” (Q.S.Al-Israa’:62)&lt;br /&gt;Berhadapan dengan tipuan-tipuan setan yang secara kasat mata tampak jauh lebih indah dan menggoda itu, umat Islam tak boleh menunggu lama untuk berbenah atau terlena. Meski berat tantangannya, tidak boleh ada kata menyerah. Bukankah Allah sudah memberikan solusi dan senjatanya? “(Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. ‘Ali-Imron: 138). Sekarang terserah pada kita, mau mengambilnya sebagai tuntunan atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Prinsip Pendidikan Islami &lt;br /&gt; Sebenarnya mendidik anak hidup Islami dan membentengi mereka dari kesesatan, tak sulit mencarinya dalam Al-Qur'an. Prinsip-prinsip pendidikan anak yang Islami sangat jelas disampaikan dalam  kisah Luqman al-Hakim berikut ini:&lt;br /&gt;1. Aqidah Yang Kuat&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. 31: 13). Bahasan yang paling awal dididikkan kepada anak adalah tentang keyakinan kepada Allah, Al-Ahad. Itulah pondasi pendidikan yang pertama dan utama ditanamkan dalam pikiran anak-anak. Sembahlah Allah saja, dan jangan menyekutukannya dengan apa atau siapa pun, dimana dan kapan pun!&lt;br /&gt;2. Kesadaran akan pengawasan &lt;br /&gt;Pada kesempatan berikutnya, setelah iman tertanam kuat di dada, Luqman berkata, “.Hai anakku, sesungguhnya jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 31: 16) &lt;br /&gt;Di sini anak dididik sadar akan pengawasan dan hukum Allah. Betapa kebaikan dan keburukan yang diperbuat akan selalu diketahui-Nya, dan diberi balasan yang benar-benar setimpal oleh Allah SWT. &lt;br /&gt;3. Shalat, Amar ma’ruf nahi mungkar, dan sabar&lt;br /&gt;Aqidah yang kokoh dan kesadaran akan pengawaan Allah perlu dibuktikan dengan perbuatan. Maka Luqman menuntun putranya kepada amal shaleh atau kebaikan yang harus dilakukan. Di ayat ke-17 Luqman menasehati putranya, “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” &lt;br /&gt; Luqman menghasung putranya untuk melaksanakan shalat, berda’wah dan bersabar, sebagai tanda bakti dan bukti kesetiaan hamba kepada Penciptanya.&lt;br /&gt;4.  Tidak sombong &lt;br /&gt;Seseorang tidak akan mampu hidup sendiri di dunia ini. Ia bersama trilyunan makhluk Allah lainnya hidup bersama di jagat raya ini dan saling tergantung satu dengan lainnya. Karenanya tak ada satu makhluk pun yang patut membanggakan diri di hadapan makhluk lainnya. Inilah yang menjadi pokok nasehat Luqman berikutnya,  “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Q.S. 31: 18).&lt;br /&gt;5. Sederhana&lt;br /&gt;“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Q.S. 31: 19). Di bagian akhir nasehat Luqman kepada anaknya adalah hasungan untuk bertindak-tanduk dan bertutur kata yang sopan dan sederhana. Mengapa sikap tersebut demikian penting? Tidak lain karena sikap sederhana menghindarkan manusia dari iri dengki yang membawa permusuhan. Bukankah banyak permasalahan hidup yang timbul gara-gara dipicu sikap atau tutur-kata yang berlebih-lebihan dan menyakitkan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang diajarkan Luqman al-Hakim kepada putranya tampak jauh lebih sederhana dalam ukuran kita saat ini. Tetapi dalam kesederhanaan itu terdapat makna yang dalam, yang menjadi inti kepribadian muslim. Iman, Sadar, Shalat, Amar ma'ruf Nahi mungkar, Sabar, Rendah hati, dan Sederhana. Mari kita terapkan pada diri sendiri, kita tanamkan pada jiwa anak-anak dan keluarga tercinta, dan kita sebarkan pada lingkungan sekitar. InsyaAllah negeri ini akan menjadi lebih Islami dan diberkahi Allah SWT. Wallahua'lamu bishsowwab. &lt;br /&gt;(Riz) Dari berbagai sumber dan Pengajian Umum bersama Ust. Farhanudin Munir, Sabtu, 26 Juli 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-3742690320852435340?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/3742690320852435340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=3742690320852435340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3742690320852435340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3742690320852435340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/09/nasehat-luqman-al-hakim-prinsip.html' title='NASEHAT LUQMAN AL-HAKIM:  PRINSIP PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-7409452966078249425</id><published>2008-09-25T13:49:00.011+07:00</published><updated>2008-09-25T14:19:40.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rehat'/><title type='text'>Duhai Perhiasan Terindah</title><content type='html'>Duhai wanita ...&lt;br /&gt;engkaulah makhluk Allah&lt;br /&gt;paling mempesona, &lt;br /&gt;maka bersyukurlah &lt;br /&gt;dengan ta’at kepada-Nya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi...&lt;br /&gt;mengapa sering&lt;br /&gt;wahai wanita&lt;br /&gt;kau menghinakan diri sendiri &lt;br /&gt;dengan berpaling dari-Nya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah pada fitrahmu, &lt;br /&gt;sebab di sana tersimpan &lt;br /&gt;keindahan sejatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutilah Al-Qur'an dan as-Sunnah&lt;br /&gt;karena dengannya &lt;br /&gt;engkau dapat memancar &lt;br /&gt;sebagai perhiasan dunia &lt;br /&gt;yang terindah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinarilah dunia dengan&lt;br /&gt;pancaran imanmu &lt;br /&gt;Dan tegakkanlah&lt;br /&gt;negeri-negeri dengan &lt;br /&gt;tonggak keshalehanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lva)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-7409452966078249425?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/7409452966078249425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=7409452966078249425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/7409452966078249425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/7409452966078249425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/09/duhai-wanita.html' title='Duhai Perhiasan Terindah'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-4385212522301123823</id><published>2008-09-25T13:47:00.001+07:00</published><updated>2008-09-25T13:48:12.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Wanita di Masa Kini</title><content type='html'>Sejenak kita tinjau kedudukan wanita di jaman jahiliyah. Pada saat itu masyarakat jahiliyah sangat tidak menghargai wanita. Mereka sangat terhina dan rendah derajatnya jauh di bawah laki-laki. Mereka beranggapan bahwa wanita tidak dapat mencari nafkah, tidak bisa mengangkat senjata, merusak negara, dan pembawa ke jurang kesengsaraan dalam rumah tangga. Bahkan melahirkan anak wanita pun dianggap aib yang memalukan. Sehingga tercetuslah dalam hati sanubari mereka bahwa anak perempuan harus dibunuh. Maka timbullah ikrar di kalangan kaum jahiliyah masa itu yaitu barang siapa melahirkan anak wanita harus dikubur hidup-hidup. &lt;br /&gt;Sungguh wanita sama sekali tiada berharga, kemudian lahirlah satu pemimpin besar seluruh dunia yaitu Nabi Muhammad saw., yang menuntun umat dari kegelapan menuju ke arah terang benderang, dari kebatilan menuju ke arah yang benar. Nabi Muhammad saw. Yang pertama kali mengangkat derajat kaum wanita. Beliaulah yang paling berjasa demi kemajuan kaum wanita. Berkat perjuangan beliau kaum wanita diwajibkan menuntut ilmu pengetahuan sama dengan kaum pria, dalam haditsnya Rasulullah saw. Bersabda, ”Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat.” Kaum wanita berani tampil dalam peperangan, berkat perjuangan beliau wanita berani mempertaruhkan nyawanya menghadapi pertempuran.&lt;br /&gt;Bukan hanya di jaman jahiliyah saja kaum waita dianggap rendah derajatnya dibandingkan pria. Di Indonesia pada abad ke-17 masih terdapat perbedaan hak antara pria dan wanita. Tidak ada hak bagi wanita untuk duduk dalam pemerintahan. Apalagi menjadi pemimpin suatu negara. Wanita pada saat itu hanya terbatas bisa membaca dan menulis, dan yang terpenting adalah bekerja sebagai ibu rumah tangga saja.&lt;br /&gt;Namun suasana demikian tidak sampai berjalan lama. Kira-kira pada abad ke-18 lahir seorang pejuang pelopor wanita, yaitu R.A. Kartini. Beliau membuka jalan dalam pendidikan anak wanita Indonesia, membangkitkan semangat para wanita untuk bergerak lebih bebas dan leluasa di segala bidang. Kebebasan menuntut ilmu, bekerja mencari nafkah bahkan kebebasan untuk terjun ke masyarakat mengabdikan kemampuannya. Kewajiban kita adalah melanjutkan perjuangan dan cita-citanya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadits.&lt;br /&gt;Suatu perbuatan yang tercela bila ada suatu kaum yang selalu menghina dan merendahkan derajat kaum wanita. Padahal kaum wanita memegang peranan penting demi kesejahteraan dan tegaknya rumah tangga. Akan terbinakah sebuah keluarga bila tidak ada kaum wanita? Memang benar suatu pepatah Arab mengatakan, “Surga itu di bawah telapak kaki ibu.” Maka dari itu ibulah yang paling berhak mendapatkan suatu penghargaan lebih dibandingkan yang lain.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setapak demi setapak, tampaklah suatu kemajuan kaum wanita di masa kini. Pada saat ini telah ada persamaan hak antara kaum pria dan wanita. Hak bersekolah, bekerja, berpolitik, dan berkiprah di masyarakat. Tidak sedikit kaum wanita yang menjadi doktor, insinyur, bahkan pemimpin negara.&lt;br /&gt;Namun kondisi dan situasi yang bahagia ini sekarang berbalik menjadi kondisi yang memprihatinkan, karena krisis multidimensi melanda bangsa Indonesia. Krisis ekonomi, kepercayaan, dan moral. Krisis ekonomi menyebabkan banyak pengagnguran sehingga kriminalitas di mana-mana. Masyarakat sudah tidak percaya lagi pada pemimpinnya bahkan guru pun tidak dipercaya. Sehingga Ujian Akhir Nasional harus melibatkan pihak berwajib dan mahasiswa akibat krisis kepercayaan. Krisis moral membuat sebagian masyarakat sudah tidak ingat dosa ketika memperkosa dan mencabuli wanita bahkan anak atau cucunya sendiri. Na’udzubillahi min dzaalik.&lt;br /&gt;Peringatan Allah SWT dalam surat At-Tiin ayat 4-5, ”Sungguh aku telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya kemudian aku campakkan dia dalam api neraka yang paling bawah.”&lt;br /&gt;Jika kita analisa penyebab dari semua ini salah satunya adalah karena ulah wanita. Wanita sudah tidak malu lagi untuk membuka auratnya sehingga tampak keindahan benetuk tubuhnya yang menyebabkan terjadinya perzianaan. Tempat lokalisasi resmi ataupun tidak resmi marak oleh pengunjung. Sungguh amat memprihatinkan. Rasulullah saw. Bersabda, ”Wanita adalah tiang negara, apabila wanita baik maka negara pun akan baik. Tetapi apabila wanita itu rusak maka negarapun akan rusak.” Wallahua’lam bishshowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-4385212522301123823?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/4385212522301123823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=4385212522301123823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/4385212522301123823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/4385212522301123823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/09/wanita-di-masa-kini.html' title='Wanita di Masa Kini'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-7508552399316948176</id><published>2008-09-25T13:25:00.003+07:00</published><updated>2008-09-25T13:47:05.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Wanita Dalam Pandangan Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya, Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak,"&lt;/span&gt; (An-Nisaa’: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak yang tidak mengerti Islam, menyimpulkan Islam agama yang diskriminatif terhadap kaum hawa ini. Mereka menyatakan bahwa agama Islam tidak berpihak kepada wanita. Salah satu alasan misalnya, dalam Islam yang menjadi pemimpin harus laki-laki, dibolehkannya poligami yang sangat menyakitkan dan merugikan bagi wanita, pemasungan kebebasan wanita dalam berbusana dengan aturan wajib berjilbab, dan sebagainya. Sungguh suatu pemikiran yang keliru. Padahal bila kita jeli mempelajari dan memahami Al-Qur’an, betapa Islam sangat memuliakan wanita. Buktinya, dari 114 surat yang Allah turunkan kepada Rasulullah Muhammad Saw., Allah SWT menyelipkan satu surat yang diberi nama An-Nisaa’ yang artinya surat perempuan. Satu surat yang ayat-ayatnya banyak memberikan perlindungan dan memuliakan wanita.&lt;br /&gt;Bila kita mau jujur, kewajiban menutup aurat sejatinya suatu bentuk penghargaan Islam kepada wanita. Sebab tak ada satu pun perintah yang Allah SWT berikan kepada manusia, melainkan perintah itu bermanfaat bagi manusia sendiri. Allah berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;Sungguh ayat ini bukti betapa Allah sangat memuliakan wanita, sehingga seluruh tubuhnya aurat kecuali muka dan telapak tangan. Mari kita beranalogi dengan aneka jajanan yang dijual di pasar. Ketika melihat jajanan di pasar yang murah dan tidak tertutup, pastilah banyak lalat yang mengerubungi, atau tangan-tangan yang tanpa sungkan menjamah kue itu, bahkan kadang membauinya tanpa berniat membelinya. Namun apabila kue itu terbungkus rapat lalu disimpan di dalam etalase tentu tidak sembarang orang bisa mencobanya, apalagi membukanya sebelum membeli dan membayar kue tersebut. Begitu juga wanita yang senang mengumbar auratnya, maka jangan salahkan pria yang melecehkan wanita itu baik dengan sikap maupun perkataan. Itulah makna “agar mereka tidak diganggu” yang tertuang dalam firman Allah SWT di atas. Kita tentu heran bila seorang artis yang biasa berpakaian seronok dan bergoyang vulgar, manakala bagian tertentu di tubuhnya dicolek pria iseng, ia marah sekali dan merasa dilecehkan. Padahal sebenarnya dialah yang memulai melecehkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Kepada wanita, Allah juga menitipkan rahim, tempat tumbuhnya janin cikal bakal manusia. Menjadi seorang ibu, adalah puncak kesempurnaan wanita. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw., “Ya Rasulullah, di dunia ini siapa orang yang paling saya muliakan?” Lalu Rasul menjawab, “Ibumu,” Kemudian sahabat bertanya lagi, “Lalu siapa lagi ya Rasul?”  Rasul menjawab, “Ibumu,” Kembali sahabat bertanya, “Setelah itu siapa lagi ya Rasul?” Barulah Rasul menjawab, “Ayahmu.” Dari hadits popular ini adalah satu bukti nyata betapa mulianya derajat wanita dalam pandangan Islam. Betapa penghargaan pada seorang ibu tiga kali lipat dibandingkan pada ayah.&lt;br /&gt;Allah SWT. juga melindungi hak-hak wanita bila suaminya hendak menikah lagi alias berpoligami. Meski Islam mengizinkan poligami, tapi Allah SWT memberikan warning alias peringatan bagi laki-laki yang ingin menambah istri lagi untuk berlaku adil. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa’: 4, “…. Kemudian bila kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja…” Di ayat lain Allah SWT berfirman, “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung kepada yang kamu cintai, sehinga kamu biarkan yang lain terkatung-katung….” (An-Nisaa’: 12). Dari Ayat ini, jelas Allah SWT sangat melindungi hak-hak dan perasaan wanita.&lt;br /&gt;Bahkan dibolehkannya poligami yang sering dianggap penistaan terhadap wanita, sebenarnya adalah suatu bentuk perlindungan yang Allah SWT berikan kepada wanita. Cobalah tengok gaya hidup pergaulan antar laki-laki dan wanita di Barat. Mereka melegalkan hidup serumah tanpa nikah, perselingkuhan dan hamil di luar nikah sudah menjadi hal yang biasa. Dampaknya banyak bayi yang lahir tanpa jelas siapa ayahnya. Kalau begitu, lebih baikkah monogami namun diam-diam suka berzina?&lt;br /&gt;Islam memberi solusi yang sangat indah dengan mengangkat derajat wanita menjadi istri yang sah yang dilindungi haknya daripada menjadi wanita simpanan yang justru sangat merugikan wanita itu sendiri. Tentu saja yang dimaksud poligami adalah yang seperti dicontohkan Rasulullah Saw., yaitu bukan untuk mengumbar nafsu birahi, namun sebaliknya menolong janda-janda miskin yang membutuhkan biaya untuk menghidupi anak-anak yatim, dengan syarat mutlak wajib berlaku adil secara lahiriah.&lt;br /&gt;Islam juga melindungi wanita dari kezhaliman pria, seperti dalam surat An-Nisaa’ ayat 19, Allah SWT. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menghalangi mereka kawin dan menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan pergaulilah mereka secara patut…” Ayat ini turun saat masih berlakunya tradisi Arab jahiliyah dimana bila seorang wanita ditinggal mati suaminya, maka anggota keluarga suaminya berhak penuh terhadap janda yang ditinggalkan, dapat mewarisi janda itu dengan paksa, dikawini sendiri atau dikawinkan dengan orang lain.&lt;br /&gt;Tak hanya melindungi, bahkan Islam juga “memanjakan” wanita. Allah SWT. berfirman, “….Apabila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebajikan yang banyak.” (An-Nisaa’: 19). Ayat ini ditujukan Allah SWT kepada para suami untuk bersabar menghadapi istrinya, tidak asal talak bila istrinya berbuat kesalahan. Islam juga melarang para suami meminta kembali mahar yang telah diberikan bila ingin menceraikan istrinya, hal ini jelas tertuang dalam surat An-Nisaa’ ayat 20, “Dan jika kamu ingin menggantikan istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikitpun….” Sungguh, Islam agama yang sempurna dan mulia melindungi wanit dari kezhaliman suaminya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kesetaraan gender? Islam adalah pelopornya kesetaraan gender yang paling adil. Contohnya, Islam mewajibkan bagi laki-laki dan perempuan muslim untuk menuntut ilmu. Jadi siapa bilang muslimah tidak perlu sekolah tinggi? Justru Islam mengajarkan para wanita untuk cerdas dan berwawasan luas, karena dari ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang berkualitas. Banyak lagi aturan-aturan Islam yang justru memuliakan wanita, namun sering wanita itu sendiri yang menjatuhkan martabatnya, dengan berbagai isu emansipasi wanita, kebebasan berekspresi, dan sebagainya yang berlatar feminisme. &lt;br /&gt;Anehnya ada saja orangtua yang bangga anak perempuannya mengikuti kontes ratu sejagad alias miss universe, hingga tanpa malu mengumbar auratdengan memakai bikini, astaghfirullah. Padahal jelas hukumnya wajib bagi wanita untuk menutup aurat, yang bila dilanggar merupakan maksiat kepada Allah SWT. Namun tidak sedikit wanita yang berani mengeksploitasi dirinya tanpa takut murka Allah SWT. Belum lagi porno aksi dengan goyangan yang vulgar dan suara yang membangkitkan berahi pria hidung belang, dipertontonkan di depan umum. Ironisnya, public figure itu sudah berkali-kali umroh, namun dengan pede dan tanpa dosa mengumabr aurat dan bergoyang erotis.  Semua itu membuat derajat wanita yang begitu mulia menjadi sangat hina hanya karena mengejar uang dan popularitas.&lt;br /&gt;Zaman sekarang saat segala hal menjadi komoditi, maka wanita adalah obyek komoditi paling laris. Sehingga tak aneh bila kita melihat remaja putri yang cara berpakaian dan tingkah lakunya sangat jauh dari ajaran Islam. Sungguh memprihatinkan bila menyaksikan acara lomba ibu dan anak di televisi, para ibu yang berbusana muslimah itu mempromosikan anak gadisnya yang berbaju you can see dengan penuh rasa bangga. Oh…sungguh kenikmatan duniawi membuat mata hati kita menjadi buta. Lva (dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-7508552399316948176?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/7508552399316948176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=7508552399316948176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/7508552399316948176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/7508552399316948176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/09/wanita-dalam-pandangan-islam.html' title='Wanita Dalam Pandangan Islam'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-1402043954381725867</id><published>2008-08-19T07:39:00.002+07:00</published><updated>2008-08-19T11:49:17.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rehat'/><title type='text'>DO’A KU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ya .........ALLAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hari-hariku terasa hampa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sujudku, ibadahku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan semua amalanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Belumlah sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mataku belum suci dalam melihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Telingaku belum suci dalam mendengar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Tanganku belum suci dalam bekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Mulutku belum suci dalambertutur kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Kakiku belum suci untuk melangkah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Hatiku belum suci dalam berniat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Ya .........ALLAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Segalanya Engkau berikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Aku hanya bisa bersyukur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dan selalu bersyukur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Itu saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Tak lebih dari itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Maka,................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sucikanlah mataku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sucikanlah telingaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sucikanlah tanganku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sucikanlah mulutku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sucikanlah kakiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sucikanlah hatiku dan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Semua yang ada padaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sucikanlah................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar aku selalu berada di jalanMU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;(Yun)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-1402043954381725867?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/1402043954381725867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=1402043954381725867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/1402043954381725867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/1402043954381725867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/doa-ku.html' title='DO’A KU'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-5720461018258336093</id><published>2008-08-19T07:23:00.002+07:00</published><updated>2008-08-19T07:40:43.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rehat'/><title type='text'>Pengakuan Hamba</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="ES-TRAD" &gt;Ya Allah,…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="ES-TRAD" &gt;Hamba sadar betapa hati ini sering mendua,..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="ES-TRAD" &gt;Hamba akui cinta ini tak lagi utuh untukMu,…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="ES-TRAD" &gt;Ibadah hamba tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi ikhlas karenaMu,..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="ES-TRAD" &gt;Sungguh,…Hamba telah mendustakanMu,…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="ES-TRAD" &gt;Ya Allah,…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="ES-TRAD" &gt;Hamba memang terlalu,..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Hamba ucapkan Laa ilah haillallah,..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Namun hamba masih menuhankan manusia,..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Hamba takut dipecat, takut miskin, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="IT-CH" &gt;takut dihina,…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="IT-CH" &gt;Cinta dunia, cinta harta, cinta manusia, …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Maka jadilah hamba, makhluk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hina, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diperbudak dunia,…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sibuk....... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;mengejar kesenangan yang fana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Hingga Kau bukan lagi tujuan hamba,….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="IT-CH" &gt;Ya Allah,….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="IT-CH" &gt;Hati ini dalam genggamanMu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Kembalikan jiwa ini kepada fitrahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Agar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati dan amalan kami &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;tak lagi mendua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Kami ingin hidup dan mati &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;hanya untukMu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="SV" &gt; semata,..(Lva)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:8;"  lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-5720461018258336093?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/5720461018258336093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=5720461018258336093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5720461018258336093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5720461018258336093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/pengakuan-hamba.html' title='Pengakuan Hamba'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-8657860435909514760</id><published>2008-08-19T07:17:00.001+07:00</published><updated>2008-08-19T07:18:29.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Dampak Teknologi Bagi Anak dan Remaja</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Jika kita mengamati perkembangan teknologi pada saat ini mungkin membuat para orang tua menggelengkan kepala, khawatir akan pengaruh kecanggihan dari teknologi tersebut. Betapa tidak, semua fasilitas mulai dari &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt; sampai internet dapat kita nikmati dengan mudah, kapan dan dimanapun kita berada. Tidak perlu mengeluarkan kocek yang banyak untuk menikmati komputer misalnya, karena di seluruh pelosok pun sudah ada persewaan komputer, tidak harus membeli. Seakan kita dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Dengan beberapa ribu saja kita sudah bisa melihat perkembangan dunia, misalnya saja peristiwa-peristiwa penting dan tempat-tempat bersejarah. Bahkan kita juga bisa menjalin persahabatan dengan orang lain melalui media tersebut. Sungguh sangat mengasyikkan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Yang menjadi persoalan adalah dampak perkembangan teknologi tersebut terhadap anak-anak dan remaja kita. Banyak kalangan yang merasa miris dengan akibat yang ditimbulkannya,. Lihat saja anak-anak kecil sudah pandai mengoperasikan HP, anak TK pun sudah bisa pencet sana pencet sini. Kadang kita tidak menyadari banyak menu yang disajikan dalam telepon selular tersebut, seperti game,musik,gambar. Yang paling mngerikan adalah anak sekarang sudah bisa men-&lt;i style=""&gt;down load&lt;/i&gt; gambar-gambar yang mungkin bagi kita tidak sopan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Belum berhenti sampai di sini, yang sungguh meresahkan adalah tayangan TV yang semakin hari semakin jauh dari pendidikan. Karena sebagian besar masyarakat bila memiliki kotak ajaib tersebut menjadi lupa waktu, sambung-menyambung. Padahal kalau dipikir kadang ceritanya tidak masuk akal, berputar-putar yang membuat orang semakin penasaran. Ada juga yang menjual mimpi, yang membuat banyak remaja berkhayal terlalu jauh, bermimpi menjadi cinderella. Ironisnya acara tersebut ditayangkan saat jam belajar anak-anak sekolah. Lebih parah lagi setiap jam berganti judul dan pemeran sehingga semakin sulit beranjak dari televisi. Akibatnya banyak anak yang meniru gaya selebritis tersebut baik dalam hal perilaku, pakaian dan haya hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Satu lagi kotak ajaib yang membuat anak-anak dan para remaja terlena yaitu komputer. Ternyata kalau kita amati, banyak dari mereka yang mempergunakan alat tersebut hanya untuk bermain &lt;i style=""&gt;game &lt;/i&gt;daripada belajar membuat program atau mengetik. Yang mungkin lagi digandrungi anak-anak adalah &lt;i style=""&gt;game on line&lt;/i&gt;. Bermain &lt;i style=""&gt;game&lt;/i&gt; dengan cara mengakses di internet. Perkembangannya sungguh luar biasa. Belum lagi kalau membuka situs-situs orang dewasa. Sungguh sangat memprihatinkan. Beruntung pemerintah cepat tanggap dan telah membredel situs-situs tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Sebetulnya gambaran di atas adalah perkembangan teknologi dari sudut pandang negatip. Tidak dipungkiri sisi positipnya juga lebih banyak. Tidak semua anak atau pun remaja terseret ke arah yang tidak kita harapkan. Banyak kok anak-anak yang berprestasi dengan adanya sarana canggih tersebut yang perlu kita waspadai adalah bagaimana kita menyikapi hal tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Dan bagaimana solusi yang sehat dan wajar. Peran orang tua sangatlah penting, disamping guru dan pemerintah tentunya semua elemen harus bekerja sama dalam hal ini, karena anak-anak adalah calon generasi penerus bangsa, untuk itulah perlu adanya komunikasi yang kontinyu antara orang tua dan anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Barangkali semacam kontrol tanpa adanya penekanan sehingga anak-anak tidak merasa diintervensi. Juga tidak berlebihan kalau menyarankan orang tua untuk tidak menyalakan TV pada jam-jam belajar. Walau bagaimanapun orangtua adalah suri tauladan bagi anak-anak. Kadang justru orang tua yang ingin menyaksikan siaran saat anak-anak sedang serius belajar. Jika mempunyai kegemaran membaca maka sangat membantu mengembangkan wawasan. Apalagi sekarang banyak buku bersifat religi yang beredar di toko-toko buku. Di dalam buku tersebut diajarkan bagaimana kita bergaul atau berperilaku. Disamping bersifat religi ada juga yang bersifat memberi semangat dan membangun motivasi yang benar untuk belajar seperti karya Andrea Hirata. Kehadiran penulis seperti beliau sangat ditunggu-tunggu. Tidak hanya oleh anak-anak dan remaja tetapi oleh seluruh masyarakat Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Ada solusi yang tepat menghadapi ketimpangan-ketimpangan yang ada saat ini. Semoga pemerintah juga turut memikirkan hal-hal yang sangat kontroversi ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Misalnya harus ada pengaturan mengenai acara TV, materi ataupun jam tayang. Harus ada penyajian yang bersifat mendidik. Karena kalau tidak, bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita. Memberi nasehat, menegur, rasanya belumlah cukup. Harus ada campur tangan pemerintah yang tegas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Okey, kita tunggu saja !!!(Yun)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-8657860435909514760?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/8657860435909514760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=8657860435909514760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8657860435909514760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8657860435909514760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/dampak-teknologi-bagi-anak-dan-remaja.html' title='Dampak Teknologi Bagi Anak dan Remaja'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-6056171997207133708</id><published>2008-08-19T07:16:00.001+07:00</published><updated>2008-08-19T07:17:50.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>MERAIH KEBAIKAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Dan di antara mereka ada orang yang berdo’a, ”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah:201)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Dalam pandangan Barat yang sekuler, hidup di dunia adalah segalanya. Mereka tak segan mengerahkan seluruh daya dan potensi yang ada untuk meraih kenikmatan hidup di dunia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;Mereka berlomba-lomba membuat kehidupan di dunia ini menjadi lebih nyaman dan modern. Hingga negara-negara miskin dan berkembang yang dikenal dengan negara dunia ketiga menjadikan kemajuan atau ke-modern-an itu sebagai ukuran kebaikan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Indonesia pun tak ketinggalan. Banyak orang berlomba-lomba mencari kekayaan, sibuk bekerja siang dan malam demi meraih kenyamanan hidup modern itu. Mobil, rumah, perabot, alat komunikasi, pakaian, dan makanan. Mereka selalu berusaha mengikuti &lt;i style=""&gt;trend&lt;/i&gt; gaya hidup modern di Barat. Umumnya masyarakat pun menyebut orang-orang yang mampu hidup seperti itu dengan kalimat ini, “Enak ya, hidupnya....”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Apakah kebaikan hidup yang demikian itu yang Allah maksudkan untuk dituju manusia, sebagaimana do’a yang tersebut dalam QS Al Baqarah : 201 di atas?&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Dalam Al-Qur’an Allah SWT menggambarkan baiknya hidup di dunia sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;1. Kehidupan Yang Berkah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Islam memandang kehidupan yang baik adalah kehidupan yang penuh berkah dari Allah SWT. Berkah itu berarti mencukupi. Tidak kekurangan dan tidak pula berlebih-lebihan. Sesuatu yang sedikit bila diberi berkah akan berkembang menjadi banyak sehingga mencukupi. Dan bila keberkahan ada pada sesuatu yang banyak maka sesuatu itu akan mendatangkan manfaat lebih banyak lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Dalam surat Al-A’raf ayat 96, Allah SWT mengajarkan manusia untuk mencapai keberkahan hidup itu dengan beriman dan bertaqwa hanya kepada-Nya. &lt;i style=""&gt;”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;2. Kehidupan Dalam Naungan Hidayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Lebih jauh lagi, Islam memandang kehidupan yang baik adalah kehidupan yang sesuai petunjuk (hidayah). Ketika Allah memerintahkan Adam dan Hawa turun dari surga, Dia telah memperingatkan manusia tentang petunjuk hidup tersebut, &lt;i style=""&gt;”Allah berfirman, ”Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan susah”&lt;/i&gt; (Q.S. Thaha:123). Maka orang yang mengikuti petunjuk Allah, yaitu Qur’an dan Rasul-Nya, Allah jamin hidupnya akan baik dan bahagia karena tidak tersesat dan tidak susah. Ini adalah janji Allah. Janji Allah pasti benar dan pasti ditepati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Tetapi mengapa tidak sedikit orang beriman yang hidup dalam kemiskinan? Dan sebaliknya mengapa banyak orang yang jauh dari tuntunan agama tetapi hidup bergelimang harta, bahkan berkedudukan tinggi di masyarakat? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Demikian itu disebabkan pandangan kebanyakan manusia yang mengikuti hawa nafsu saja, sebagaimana pandangan orang-orang yang menolak (kafir). Mereka menjadikan tercukupinya kebutuhan akan materi dan berbangga-bangga sebagai ukuran kebahagiaan dan kebaikan hidup di dunia. Syetan menghiaskan pada mereka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pandangan itu hingga mereka menganggap itulah kebaikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah SWT berfirman dalam Qur’an surat An-Nahl ayat 63, &lt;i style=""&gt;”Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syetan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(yang buruk), maka syetan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.”&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Kebaikan Hidup di Dunia&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Padahal hakikat kebaikan hidup di dunia sejatinya sangat luas. Sebab manusia tidak melulu memperoleh kebaikan hidup berupa harta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;benda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;Kebaikan-kebaikan hidup di dunia itu Allah anugerahkan melalui:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;Al-’Afiyat, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yaitu kesehatan jasmani dan ruhani. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;Al-Kafaf,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt; yaitu rasa cukup terhadap setiap pemberian/rezeki dari Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt;Al-aulad / al-abror&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt;, yaitu anak-anak yang baik dan berbakti &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt;Al-mar’a ash-shalihah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt;, yaitu pasangan hidup yang shalih/shalihah yang akan membuat keluarga menjadi sakinah (tenang)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt;Al-maal ash-shaalih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="NL"&gt; atau harta yang shalih, yaitu harta yang dimanfaatkan untuk kebaikan dan kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Bukan harta yang menjerumuskan kepada maksiat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Al-‘ilmu al-ma’rifah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt; yaitu ilmu pengetahuan yang baik dan bermanfaat bagi umat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;At-Tho’at wal ’ibadah, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;yaitu keta’atan dan kemampuan beribadah&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;kepada Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Itulah bentuk kebaikan hidup yang diterima oleh orang-orang beriman di dunia ini. Bukankah tak jarang kita dapati seorang yang kurang mampu secara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekonomi tetapi dikaruniai putra/putri yang pandai dan berbakti pada orang tuanya? Dan bukankah masih ada guru yang setia memberikan ilmunya di sekolah-sekolah ”pelosok” meski gajinya sangat tidak memadai? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;Kehidupan Yang Sempit di Dunia&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Sebaliknya, kita juga sering menyaksikan betapa ”kisruh”nya kehidupan orang-orang yang kaya atau berpangkat. Contoh: kehidupan rumah tangga para artis yang jauh dari ketenangan, atau cucu presiden yang terjerat kasus narkoba, atau bupati yang ketahuan korupsi hingga harus mendekam di penjara, sampai pejabat negara atau wakil rakyat yang berzina. Mereka adalah orang-orang yang tercukupi kebutuhan materinya tetapi tidak dikaruniai kebaikan hidup di dunia, mereka melupakan peringatan Allah sehingga kekayaannya tidak berkah. Maka ketika sampai pada puncak kesenangannya Alah mengambilnya seketika bahkan sampai ke akar-akarnya. Allah berfirman ”&lt;i style=""&gt;Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”(QS Al An’am: 44).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kondisi yang lebih menyedihkan adalah orang-orang yang diberi ujian kemiskinan di dunia oleh Allah SWT dan mereka dalam keadaan tidak beriman. Penghidupan mereka sudah sempit dan mereka pun tidak mau menerima kesempitan itu disebabkan mereka tidak beriman. Allah menggambarkan keadaan mereka itu sebagai sebagai berikut, &lt;i style=""&gt;”Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” &lt;/i&gt;(Q.S. Thaha:124)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;Kesempatan Memilih&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Maka Allah memberi kesempatan kepada setiap manusia untuk memilih model kehidupan yang diinginkannya, berikut konsekuensinya. Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-Israa’ ayat 18-19, &lt;i style=""&gt;”Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki dan Kami tetapkan baginya Neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan terhina dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.”&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Beruntunglah orang-orang yang berusaha sungguh-sungguh menjalani kehidupan sesuai syari’at Islam dan memilih akhirat sebagai tujuan hidupnya. Rasulullah SAW&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersabda, &lt;i style=""&gt;”Keberuntungan bagi orang yang diberi petunjuk kepada Islam sedang hidupnya dengan rezeki yang sekedar mencukupi kebutuhannya dan dia puas terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya.”&lt;/i&gt; (HR. At-Tirmidzy, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim). Dan sungguh merugi orang-orang yang mengikuti hawa nafsu dan menjadikan kenikmatan hidup di dunia ini sebagai tujuan. Mereka hanya akan mendapatkan sebagian kebaikan dunia dan itupun kehidupan yang sempit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;Kebahagiaan bukan diukur oleh kuantitas tetapi kualitas. Kaya dan miskin adalah kehendak Allah SWT. Penilaian Allah adalah pada kesungguhan ikhtiar yang kita lakukan. Kesungguhan ketika meninggalkan maksiat dan kesungguhan ketika menjalani ibadah akan menentukan tingkat kebahagiaan yang kita peroleh di dunia dan di akhirat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Pembaca yang dirahmati Allah SWT, mudah-mudahan kita termasuk orang yang senantiasa berusaha mengarahkan kehidupan di dunia ini untuk kebahagiaan hidup di akhirat dan tidak silau oleh gemerlapnya dunia. Dan tetaplah istiqomah di jalan kebenaran yaitu Dinul Islam, sambil tak putus-putus berdo’a: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;”&lt;i style=""&gt;Rabbanaa ’aatinaa fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa ’adzaabannar”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt; Wallahua’lamubishshowab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;.(Riz )&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari Kajian tafsir Pengajian Sakinah SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo asuhan Ust. M. Zaini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-6056171997207133708?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/6056171997207133708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=6056171997207133708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/6056171997207133708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/6056171997207133708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/meraih-kebaikan-hidup.html' title='MERAIH KEBAIKAN HIDUP'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-3687505505599532573</id><published>2008-08-19T07:15:00.001+07:00</published><updated>2008-08-19T07:16:29.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Berdakwah Yuk…….</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;Dunia ini semakin tua, tapi juga semakin gila. Lihatlah kebenaran tak lagi dapat dibedakan dengan kemaksiatan, halal dan haram tak lagi jelas bedanya, putih dan hitam tak lagi nyata. Lalu apa peranan kita sebagai muslim? Masihkah kita bisa terpejam lelap sementara disekitar kita maksiat terang-terangan, nilai-nilai Islam dikaburkan, sunnah-sunnah rasul dilecehkan? Oh, sahabat,.. Bila masih ada sedikit iman dihati ini tentu kita akan bertanya, apa yang dapat kita perbuat untuk agama kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Abu Said Al khudry RA meriwayatkan ,”Saya mendengar rasullulah saw bersabda: “Barangsiapa di antara kamu sekalian melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, bila ia tidak mampu hendaklah merubah dengan lisannya. Bila ia tidak mampu hendaklah merubah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman (Hr Muslim). Dari hadis ini jelas setiap individu muslim mempunyai tanggungjawab terhadap kemurnian agamanya. Masihkan kita cuek atau masa bodoh bila agama kita dihina, ajaran Islam dilecehkan. Padahal rasul mengatakan bila kita mampu mencegah maksiat lakukan dengan tangan kita, artinya realisasikan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perbuatan. Sebagai pemimpin misalnya, bila melihat kemungkaran segera hentikan dengan langkah nyata. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Namun bila kita tidak mampu untuk memberantas kemungkaran, lakukan dengan lisan. Sampaikan kebenaran sakalipun pahit, karena akan banyak resiko yang kita hadapi seperti ejekan, sok alim, bau syurga, sok suci dan sebagainya. Bila menyampaikan kebenaran juga belum mampu, rasul mengatakan hendaklah merubah dengan hatinya dan ini adalah manusia yang mempunyai iman yang sangat lemah. Sekarang mari kita koreksi diri termasuk golongan manakah kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Bila kita termasuk golongan pertama, sungguh beruntung karena kita mampu mencegah kemaksiatan dengan langkah nyata, namun bila masuk golongan kedua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu kita hanya mampu menasehati dan berdakwah dengan lisan, juga baik sedangkan golongan ketiga adalah orang yang pasif terhadap agamanya, namun hatinya masih bisa menolak kemaksiatan. Masih lumayan walaupun disebut “selemah-lemahnaya iman”. Namun yang paling parah adalah golongan orang-orang yang mengaku muslim, tapi bila melihat kemaksiatan hati kecilnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak tersentuh untuk mencegah, lebih parah lagi menyetujui kemaksiatan itu, dengan dalih hak azazi, kesetaraan gender, kebebasan berekspresi, tuntutan profesi dan segudang alasan lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Coba kita lihat tayangan televisi, laki-laki berpakaian wanita, lalu bergaya seperti wanita menjadi trend. Bahkan menjadi lawakan yang sangat digemari. Seorang artis yang menggumbar aurat dan bergoyang-goyang erotis Bila ditanya mereka serempak menjawab,”Itu cuma acting atau profesionalisme,” Betul bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bicara profesional pasti UUD alias ujung-ujungnya duit. Bukankah Islam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu juga sebaliknya. Dalam Al Quran surat An-nur ayat 31, Allah dengan jelas menyuruh wanita menutup auratnya, bukan malah mengumbar aurat di depan umum. sungguh maksiat yang benar-benar nyata. Namun, apakah kita termasuk orang yang menolak kemaksiatan itu atau malah sebaliknya menikmati tontonan itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sahabat, ironis memang, negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam ini, benar-benar jauh dari nilai-nilai islami. Lalu apakah hati kita tidak tersentuh untuk menegakkan nilai-nilai luhur Islam?, ingat Allah Ta’ala berfirman: “Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian segolongan ummat yang menyeru kepada kebaikkan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekah orang-orang yang beruntung,” (Ali Imran ayat 104). Sahabat, dari ayat ini, jika ingin masuk golongan orang-orang beruntung,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mari kita sebarkan nilai-nilai Islam di bumi ini, saling menasehati dengan penuh kesabaran, sampaikanlah walau satu ayat, karena sejatinya tugas dakwah bukan hanya kewajiban ulama, tapi siapa saja yang mengaku hamba Allah. Maka tunggu apa lagi sebelum ajal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjemput, sahabat, yuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita berdakwah,.! (Lva)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-3687505505599532573?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/3687505505599532573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=3687505505599532573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3687505505599532573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3687505505599532573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/berdakwah-yuk.html' title='Berdakwah Yuk…….'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-3228657472041768648</id><published>2008-08-19T07:14:00.001+07:00</published><updated>2008-08-19T07:15:37.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Etika Komunikasi dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Dan berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu,….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;(Ali Imran ayat 159)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ayat ini sangat luas dan dalam maknanya, karena itu ketika menyelesaikan studi di fakultas ilmu komunikasi, ayat inilah yang mengilhami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;skripsi saya. Dari firman Allah ini, betapa besar dampaknya komunikasi dalam tatanan hidup manusia sebagai mahluk sosial.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut pakar komunikasi 70%&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam 24 jam, waktu manusia diisi dengan komunikasi. Begitu banyaknya waktu yang kita habiskan dalam komunikasi. Salah komunikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau &lt;i style=""&gt;misscommunication&lt;/i&gt; akan mengakibatkan salah persepsi, atau dalam bahasa gaulnya “nggak nyambung”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Faktor yang paling penting dalam berdakwah ialah komunikasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka sebagai muslim kita harus tahu etika berkomunikasi yang sesuai dengan ajaran Islam. Menurut saya, rasullullah SAW adalah komunikator yang hebat, setiap pesan yang beliau sampaikan pasti berkesan dihati para sahabat, bahkan dihati kaum kafir yang memusuhinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Tiada agama yang paling sempurna kecuali Islam, siapapun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apakah ia muslim atau kafir bila saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mau menggunakan akal untuk berpikir, pasti akan sampai pada kesimpulan yang sama. Bayangkan, Islam tidak hanya mengatur kehidupan akhirat, duniawi, teknologi, bahkan sampai hal-hal kecil pun seperti tata cara mandi, berpakaian, tidur diatur Islam, melalui sunnah rasullulah saw, &lt;i style=""&gt;uswatunhasanah&lt;/i&gt; bagi kita. Islam juga banyak mengatur tata cara berkomunikasi. Sungguh beruntung kita ditakdirkan sebagai seorang muslim, karena hidup kita mempunyai tuntunan yang lengkap dan menyeluruh. Lengkap karena kita memiliki Al Quran dan hadits sebagai sumber hukum yang paling otentik dan terpercaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasululah SAW mengatakan ,”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain,” atau ,”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang sangat baik dengan tetangganya,” dan banyak lagi hadits-hadits&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menyuruh kita untuk mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri. Semua ini membuktikan betapa kita harus bisa berkomunikasi dengan nilai-nilai yang islami, hingga lisan kita tidak sampai menyakiti orang lain, bahkan sebaliknya setiap kata yang diucapkan dapat menyejukkan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Allah berfirman,” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling takwa diantara kamu sekalian”. (Al Hujarat, : 13) Dari ayat ini, Allah menyuruh kita untuk saling mengenal,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mestipun berbeda suku, berbeda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangsa, berbeda budaya, berbeda warna kulit,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai manusia kita harus menjalin komunikasi yang baik. Selanjutnya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Allah juga menegaskan yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling kaya, paling cantik, paling pintar, paling popular dsbnya, namun yang paling mulia adalah manusia yang paling bertakwa kepada Allah SWT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setiap manusia mempunyai karakter, sifat dan kepribadian yang berbeda. Meski anak yang lahir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kembar identik pun pasti memiliki sifat dan karakter yang tidak sama. Untuk itu Islam mengatur tata cara bergaul yang benar, agar seseorang dapat bersinergi dengan orang lain meski mempunyai kepribadian , sikap dan watak yang berbeda. Allah berfirman,” Dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (Al Furqon: 63)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Rendah hati (tawadhu) dan mengucapkan kata-kata yang baik (Qaulan Salaamah). Rendah hati adalah sifat yang sangat mulia, orang yang tawadhu akan tercermin dari sifat dan tingkah lakunya. Dalam pergaulan orang yang tawadhu pasti disenangi, bila berkata sewajarnya, kepada yang lebih tua menghormati, namun kepada yang lebih muda menyayangi. Orang seperti ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila ditakdirkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jadi pemimpin, ia akan tampil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemimpin yang amanah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Bila kita baca riwayat hidup rasullah, manusia yang dijamin masuk surga itu, sungguh rendah hati terhadap keluarga, dan sahabat-sahabatnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Beliau bersabda,” Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku, yaitu kamu sekalian hendaklah bersikap tawadhu sehingga tidak ada seseorang bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain,” (Hr Muslim). Dan dalam riwayat lain Anas RA berkata,” Bila ada budak di Madinah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memegang tangan nabi SAW, maka beliau pergi mengikuti kemana budak itu menghendaki”. (Hr Bukhari) Sungguh,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sikap tawadhu benar-benar dicontohkan langsung oleh rasul, yang tidak membedakan status sosial kendati beliau adalah manusia yang paling mulia di dunia dan akhirat namun tetap menghargai seorang budak . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Sebagai Muslim yang baik harus selalu menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya. Karena setiap lafaz yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan diakhirat nanti. Dalam pergaulan Qaulan Salaamah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdiri dari beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aspek antara lain:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Pertama : Qaulan Kariiman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; ( mulia) sebagai muslim kita harus berkata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan kata-kata yang mulia, hindarilah kata-kata yang hina, seperti mengejek, mengolok-ngolok hingga menyakiti perasaan orang lain. Pepatah mengatakan,”Memang lidah tidak bertulang, tak terbatas kata-kata” kendati lidah tak bertulang, namun lidah bisa lebih tajam dari sembilu. Banyak orang bisa sembuh bila dilukai dengan pedang, namun bila dilukai dengan lidah, sakitnya akan terbawa sampai mati. Hati-hati dengan perkataan, bila ingin bergurau tetap jaga lisan dari kata-kata yang menyakiti, bergurau dan bergaul harus tetap dengan kata-kata yang mulia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kedua : Qaulan ma’rufan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; ( baik) “Berkatalah yang baik atau diam” itu pesan rasullulah kepada ummatnya. Sebagai muslim yang beriman lisan harus terjaga dari perkataan yang sia-sia, apapun yang diucapkannya harus selalu mengandung nasehat, menyejukkan hati bagi orang yang mendengarnya. Jangan biarkan lisan ini mencari-cari kejelekan orang lain. Hindari kata-kata yang hanya bisa mengkritik atau mencari kesalahan orang lain,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memfitnah, menghasut. Sungguh, perbuatan yang sangat hina, hingga Allah berfirman dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; Al Hujarat ayat 12, seumpama orang yang memakan bangkai temannya sendiri. Sungguh sangat menjijikkan.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Ketiga : Qaulan Syadidan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; ( lurus dan benar). Seorang muslim berkata harus benar, jujur jangan berdusta. Karena sekali kita berkata dusta, selanjutnya kita akan berdusta untuk menutupi dusta kita yang pertama, begitu seterusnya, sehingga bibir kita pun selalu berbohong tanpa merasa berdosa. Siapapun tak ingin dibohongi, seorang istri akan sangat sakit hatinya bila ketahuan suaminya berbohong, begitu juga sebaliknya. Rakyat pun akan murka bila dibohongi pemimpinnya. Juga tidak kalah penting dalam menyampaikan kebenaran, adalah keberanian untuk bicara tegas, jangan ragu dan takut, apalagi jelas dasar hukumnya Al Quran dan hadits. “Katakanlah kebenaran itu, meskipun sangat menyakitkan,”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pesan Rasullulah ini, sejatinya mrnguatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita dalam menghadapi resiko yang apa pun yang akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita hadapi dalam berdakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Keempat : Qaulan Balighan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; (tepat) sebagai orang yang bijak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdakwah kita harus melihat stuasi dan kondisi yang tepat dan menyampaikan dengan kata-kata yang tepat. Bila bicara dengan anak-anak kita harus berkata sesuai dengan pikiran mereka, bila dengan remaja kita harus mengerti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dunia mereka. Jangan kita berdakwah tentang teknologi nuklir dihadapan jamaah yang berusia lanjut tentu sangat tidak tepat sasaran, malah membuat mereka semakin bingung.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Kelima : Qaulan Layyinan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; ( lemah lembut), maksudnya tidak mengeraskan suara, seperti membentak, meninggikan suara. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;Siapapun tidak suka bila berbicara dengan orang-orang yang kasar. Rasullulah selalu bertuturkata dengan lemah lembut, hingga setiap kata yang beliau ucapkan sangat menyentuh hati siapapun yang mendengarnya. Seperti ayat pembuka diatas Allah melarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersikap keras dan kasar dalam berdakwah, karena kekerasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan mengakibatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dakwah tidak akan berhasil malah ummat akan menjauh. Dalam berdoa pun Allah memerintahkan agar kita memohon dengan lemahlembut, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lemahlembut, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (Al A’raaf ayat 55)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Demikian Allah mengajarkan kepada kita, dalam menjalin komunikasi, khususnya dengan saudara kita sesama muslim. Yakinlah bila tuntunan ini kita praktekkan dalam kehidupan baik di dalam rumahtangga, maupun di masyarakat. Dimana pun kita berada insyaAllah, semuanya akan terasa indah. Karena muslim yang beriman keberadaannya akan selalu disenangi, kata-katanya menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya. Mampukah kita? Yuk, mulai sekarang, saya, anda atau siapapun mari kita belajar untuk menjadi komunikator yang handal dengan cara berkata yang mulia, baik, benar, tepat dan lemah lembut. Semoga dengan ini Allah mengangkat derajat kita menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mujahid-mujahid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menegakan kemuliaan Islam, melalui lisan kita.Wallahu’alam bishshawab. &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;(Lva)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Dari tulisan Khalifatur  dan materi Kajian Tafsir Qur’an Pengajian Sakinah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-3228657472041768648?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/3228657472041768648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=3228657472041768648' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3228657472041768648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3228657472041768648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/etika-komunikasi-dalam-islam.html' title='Etika Komunikasi dalam Islam'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-1899691158078055694</id><published>2008-08-19T07:13:00.002+07:00</published><updated>2008-08-19T07:14:03.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Hadapi Ujian dengan Senyuman</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Tawa dan tangis, senyum dan airmata, suka dan duka adalah melodi kehidupan. Tanpa adanya irama kehidupan itu, hidup ini akan terasa hambar. Maka Allah pun mengisi kehidupan manusia dengan segala kenikmatan, kebahagiaan sekaligus kesedihan. Ketika kita merasa bahagia, janganlah kita terlena, karena jika suatu saat nanti Allah mencabut kebahagiaan itu kita tidak begitu nelangsa, begitu juga bila kita ditimpa suatu musibah, janganlah kita terlalu hanyut dalam kesedihan, namun carilah hikmah dibalik setiap kejadian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Menjadi muslim yang beriman, bukanlah seperti membalik telapak tangan. Sungguh, Allah akan menguji ‘cinta’ hambaNya. Apakah ia benar-benar beriman dari hati atau hanya iman di bibir saja. “&lt;i style=""&gt;Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,”Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?” &lt;/i&gt;(Qs Al Ankabut : 2). Dari ayat ini Allah seolah-olah menantang kita, jika kita telah mengaku beriman, siapkah kita menerima cobaan?, kemudian Allah melanjutkan firmanNya, &lt;i style=""&gt;“Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;(Qs Al Ankabut : 3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 8.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Suatu ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sahabat saya bercerita bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia ditipu rekannya dalam berbisnis, hingga uang milyaran hilang dibawa kabur. Ia sempat &lt;i style=""&gt;down&lt;/i&gt;, dan putus asa ,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahkan sempat berpikir untuk&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bunuh diri. Namun setelah banyak mendengar tausyiah dari ulama,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara perlahan ia berusaha untuk mengikhlaskan dan menerima dengan tabah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dampaknya sungguh luar biasa, teman saya ini malah semakin sholeh. Jika dulu dia sering ke diskotik, shalat seingatnya saja, belum lagi gaya hidup yang glamour. Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kini ia berubah jauh lebih taat, tahajud tak pernah ia tinggalkan, shalat dhuha, dan rumahnya pun kini dihiasi dengan kajian-kajian Al Quran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian ia merasakan hidupnya kini jauh lebih bermakna. Saya katakan padanya, “Ini bukan musibah, justru ini suatu bukti kasih sayangNya, karena uang milyaran tiada nilainya bila dibandingkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidayah yang Allah berikan. Bukankah rasulullah bersabda, jika jari telunjuk kita benamkan di samudra yang luas, lalu air yang menempel di jari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diibaratkan dunia dengan segala kenikmatannya, sedangkan sisa air samudra adalah kehidupan akhirat yang kita temui nanti. Jadi mengapa kita mesti bersedih kehilangan materi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika dengan ujian itu Allah mengangkat derajat kita menjadi orang yang bertakwa. Allah sedang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“menegur”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sahabat saya,agar dia tidak terlena hingga melupakan kewajibannya kepada Allah. Subhanallah, semoga sahabat saya itu tetap istiqomah dalam ketaatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 8.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Musibah, bila disikapi dengan pikiran jernih dan baik sangka kepada Allah, Insya Allah kita akan melihat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hikmahNya. Hanya iblislah yang selalu membisikkan dihati, hingga kita putus asa terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nikmat yang Allah berikan. Celakanya lagi bila tertimpa musibah, kita selalu merasa paling menderita, paling sengsara, sehingga tak jarang kita bertanya,”Apa dosaku ya Allah,?” begitu pede-nya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita bertanya seperti itu kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 8.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Bila hati kita jernih menghadapi ujian dari Allah, akan timbul rasa optimis bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, setiap kesulitan pasti ada kemudahan.. Tapi bila ujian hidup disikapi dengan hati yang kotor, pikiran yang kerdil dan lebih parah lagi buruk sangka kepada Allah, dunia ini akan terasa sempit, kemudian timbul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasa putus asa terhadap pertolongan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah. Bukankah Allah itu sesuai dengan pransangka hambaNya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Bila hidup terasa semakin sulit, bila hati terluka, bila semua orang berpaling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari kita, bila cobaan hidup terasa semakin menghimpit. Kita harus yakin Allah tempat kita mengadu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah senantiasa mendengar curahan hati hambaNya, dan sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar. Pertolongan Allah sangat dekat, dekat sekali. Dia mendengar rintihan hambaNya, Dia tahu derita hambaNya, Dia melihat perjuangan hambaNya. Maka masihkah kita merasa sendiri? Hadapilah ujian dengan senyuman, Karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(Lva)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-1899691158078055694?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/1899691158078055694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=1899691158078055694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/1899691158078055694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/1899691158078055694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/hadapi-ujian-dengan-senyuman.html' title='Hadapi Ujian dengan Senyuman'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-8618324082325832073</id><published>2008-08-19T07:11:00.002+07:00</published><updated>2008-08-19T07:13:04.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Ada Apa Dibalik Musibah?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Allah SWT berfirman “Sungguh kami benar-benar akan menguji kamu sekalian, agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar diantara kamu sekalian” (QS Muhammad: 31)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;Suatu ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang teman berkata, “Hidup ini membingungkan, kita di jalan yang benar, masih saja difitnah,..,”keluh teman saya yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aktifis dakwah itu. Kemudian sahabat yang lain juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengadu,” Kok aneh ya, kita sudah berusaha taat tapi banyak sekali cobaan, namun mengapa orang-orang yang jelas-jelas berbuat maksiat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidupnya malah enak, dimana sih letak keadilan Tuhan,..?” lalu sahabat yang lain juga berkomentar,” Saya sudah berusaha menjadi istri yang taat pada suami, tapi mengapa suami tak pernah menghargai..?,” Kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang paling tragis lagi nasib saudara-saudara saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;korban lumpur lapindo, yang sampai detik ini belum jelas ganti rugi yang dijanjikan kepada mereka. Semoga Allah memberi kesabaran kepada mereka. Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ketika saya berusia 17 tahun,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ibu menghadap Illahi. Tak terperikan betapa hancurnya hati ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi saya ibu adalah orang yang paling saya cintai, karena hanya ibu yang tulus mencintai saya. Saya sempat “protes” kepada Allah “mengapa?” Dia begitu cepat memisahkan saya dengan ibu, saya iri bila melihat teman-teman yang masih memiliki ibu. Dampaknya Saya jadi malas shalat dan membaca Al Quran, saya lebih suka melamun di makam ibu. Untungnya, saya cepat sadar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pesan ibu yang selalu saya ingat ,” Nak, bersabarlah dalam menghadapi kesulitan hidup dan jangan pernah tinggalkan shalat, agar Allah tidak berpaling darimu,” Nasehat ibu itu yang membuat saya kuat sampai sekarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;“Sabar dan shalat” sungguh sesuai dengan firman Allah. &lt;i style=""&gt;“Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. Yaitu mereka yang yakin , bahwa mereka akan menemui TuhanNya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya&lt;/i&gt;”(QS Al Baqarah: 45-46). Dari ayat ini Allah mengajak hambaNya, bila menghadapi ujian baik dalam dakwah, berumahtangga, pekerjaan, bersosialisasi, sakit bahkan musibah kematian dan dalam semua sisi kehidupan tetaplah bersabar dan shalat untuk menggapai pertolongan Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Memang tidaklah mudah untuk bersabar, selalu kita dengar,”Sabar itu ada batasnya,” atau “Semut saja kalau diinjak menggigit,” dan banyak lagi kata-kata yang keluar sebagai luapan nafsu amarah kita. Ketika dihimpit kesulitan ekonomi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sering kita mendengar saudara-saudara kita “terpaksa” menggadaikan imannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun bila ayat diatas direnungkan, jika kita yakin akan kembali kepada Allah, bahwa segala amal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan dihisab pada hari pembalasan, dan setiap perbuatan sebesar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;zarrah pun akan diminta pertanggungjawabannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh Allah. Mengapa iman kita goyah hanya karena kesulitan ekonomi?, mengapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;takut difitnah bila kita yakin yang kita lakukan benar dalam pandangan Islam? &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Mengapa kita iri pada orang yang bergelimang maksiat tapi kaya raya? Alangkah bodohnya kita bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menilai keadilan Tuhan hanya dengan materi?. Diriwayatkan dari Anas ra, Rasullulah bersada: &lt;i style=""&gt;“Apabila Allah menghendaki hambaNya itu menjadi orang baik maka Ia menyelenggarakan siksaanNya di dunia ini, dan apabila Allah menghendaki hambaNya itu menjadi orang jahat maka Ia menangguhkan balasan dosaNya sehingga akan dituntut nanti pada hari kiamat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Betapa banyak kita menyaksikan orang-orang yang diberi rezeki tidak membuat mereka bersyukur kepada Allah SWT, malah membuat mereka lupa diri. Punya kekayaan, pasangan hidup yang cantik, dan popularitas, menjadikan mereka hamba-hamba yang diperbudak dunia, segala cara dihalalkan untuk menumpuk harta yang tidak pernah habis bahkan sampai tujuh turunan. Untuk memenuhi hawa nafsu, tidak segan menyuap atau menerima suap yang penting “aku menang”. Allah menangguhkan balasan “buat mereka”. Bergelimang harata namun pada hakekatnya merekalah orang-orang yang merugi. Karena kenikmatan duniawi yang mereka bela mati-matian, suatu saat nanti pasti akan ditinggalkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Maka mengapa kita silau dengan kekayaan dan kemewahan, hingga kita tidak sadar bila diuji dengan kekurangan harta. Allah SWT berfirman &lt;i style=""&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”&lt;/i&gt; (QS Al Baqarah : 155). Rasullulah bersabda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai sesuatu bangsa maka Allah menguji mereka; barangsiapa yang ridha maka Allah akan meridhainya dan barangsiapa yang murka maka Allah akan memurkainya”.&lt;/i&gt; (HR At Turmudzy). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Coba kita simak kisah Nabi Ayub AS, meski&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diberi penyakit yang tak kunjung sembuh, hingga istrinya pun pergi meninggalkannya, namun bibirnya tak pernah berhenti memuji Allah (QS Al Anbiya: 83-84), begitu juga kisah Nabi Yusuf AS, betapa beliau dipenjara untuk kesalahan yang tidak pernah beliau lakukan ( baca kisahnya dalam surat Yusuf : 3-100) namun Nabi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yusuf AS tetap bersyukur dan ikhlas menerima ujian dari Allah, bahkan penjara baginya lebih baik daripada maksiat kepada Allah. Nabi Muhammad SAW, kekasih Allah pun melewati ujian, terlahir sebagai yatim, kemudian di usia kanak-kanak ibunya wafat. Setelah diangkat menjadi rasul beliau mendapat hinaan dan fitnah yang tak pernah berhenti, bahkan hendak dibunuh kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasulullah tidak berhenti berdakwah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Dari kisah para rasul, kita dapat menarik hikmah, justru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka diangkat menjadi manusia pilihan, karena berhasil mengadapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ujian dan cobaan yang sangat berat. Jadi, Mengapa kita terlalu berduka bila tertimpa musibah? Bukankah setiap musibah jika kita ridho, akan merontokkan dosa-dosa kita?&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Rasullulah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saw bersabda&lt;i style=""&gt;,”Memang sangat menakjubkan keadaan orang mukmin itu; karena segala urusannya sangat baik baginya dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi seseorang yang beriman, dimana bila mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka yang demikian itu sangat baik baginya, dan bila ia tertimpa kesusahan ia sabar maka itu sangat baik pula baginya”&lt;/i&gt; (HR Muslim). Dari hadits ini menunjukkan betapa segala situasi bagi orang beriman adalah baik. ketika kita mendapat nikmat, bila disyukuri nikmat itu, Allah akan menambah nikmat itu berlipat ganda, &lt;i style=""&gt;“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmatku, maka pasti azabku sangat berat.” &lt;/i&gt;( QS Ibrahim : 7). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Bila musibah menimpa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak mengurangi ketaatan kita kepada Allah, dan tetap bersabar , Allah berjanji akan memberi pahala tanpa batas, &lt;i style=""&gt;”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”&lt;/i&gt; (QS Az-Zumar : 10). Subhanallah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;betapa tak terhingganya ganjarannya bagi orang-orang yang bersabar bila tertimpa musibah. Tidak hanya itu, Rasulullah SAW bersabda &lt;i style=""&gt;”Seorang muslim yang tertimpa kecelakaan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun kedukacitaan, sampai-sampai tertusuk duri, niscaya Allah akan menebus dosanya dengan apa yang menimpanya itu”&lt;/i&gt; (HR Bukhari dan Muslim). Tentu saja bila kita menerima ujian itu dengan ikhlas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Bagaimana kita menyikapi musibah yang menimpa kita? &lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;: Kita harus yakin bahwa semua terjadi atas kehendak Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:9;"&gt;Tak perlu kita mencari “Kambing hitam”,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau bertanya mengapa dan mengapa? &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Hal ini akan membuka peluang iblis untuk semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“semangat” menggoda kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;: Bersabar dan tetap istiqomah dalam ketaatan kepada Allah. “Sabar” bukan bermakna pasif. Sabar yang benar adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ikhlas menerima musibah, namun tetap harus sabar berikhtiar agar di masa depan lebih baik lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;: Jadikan kegagalan dan kepahitan hidup sebagai guru yang baik, pengalaman hidup yang sangat berharga, hingga untuk selanjutnya kita tidak terpelosok di lubang yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Keempat&lt;/i&gt;: Jangan berkeluh kesah, karena tidak akan menyelesaikan masalah, justru membuat ujian itu makin berat kita rasakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;: Baik sangka kepada Allah, yakinlah Allah memberi ujian pasti sudah diukur sesuai kemampuan hambaNya. Ingatlah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;: Semakin mendekati diri dengan Allah, karena hanya Dia yang mampu menolong segala kesulitan kita, perbanyak ibadah-ibadah sunnah, puasa, sedekah dan memohon padaNya di penghujung malam, menangis dan mengadu padaNya disaat mayoritas manusia terbuai mimpi. Sungguh, tiada jarak antara kita denganNya, tak perlu pakai perantara, langsung curahkan segala kepahitan hidup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya padaNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;: Sempurnakan ikhtiar atau usaha, kemudian pasrahkan hasilnya kepada Allah, karena kita tidak bisa mendikte Allah sesuai yang kita mau. Allah lebih tahu yang terbaik buat hambaNya. &lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Kedelapan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt; : Bersyukur, lihatlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih banyak nikmat-nikmat Allah yang sering terlupakan. Jangan kerena musibah yang Allah berikan kita jadi mengkufuri nikmat Allah yang lainnya atau bahkan menggadaikan iman kita untuk sebuah materi. Jauh lebih berharga nikmat iman yang bersemayam di hati kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari segala kesenangan dunia yang fana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="SV" &gt;Semoga dengan delapan cara menyikapi musibah ini, kita akan lebih tenang menghadapi setiap cobaan yang Dia berikan. Pahitnya kehidupan, tidak membuat kita berpaling dariNya, justru menbuat kita semakin ”semangat” mengejar “cinta”Nya. Itulah hikmah terindah dibalik setiap cobaan. Wallahu’alam bishshawab. (Lva)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-8618324082325832073?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/8618324082325832073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=8618324082325832073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8618324082325832073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8618324082325832073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/ada-apa-dibalik-musibah.html' title='Ada Apa Dibalik Musibah?'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-3651436818244878168</id><published>2008-08-19T07:00:00.002+07:00</published><updated>2008-08-19T07:01:59.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Stop Syirik !</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya (Qs An Nisa: 116)” Dari ayat tersebut jelas betapa besar murka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan ancaman Allah bagi manusia yang menyekutukanNya .Allah mengutus rasul-rasulNya untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengemban tugas yang sama yaitu meluruskan aqidah dan mengajak manusia kepada jalan tauhid dan menjauhi syirik. Seperti firman Allah,” Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun (berbuat syirik)” &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:8;"&gt;(Qs An Nisa: 36).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Bila kita mau jujur, sungguh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perbuatan syirik di zaman sekarang ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah menjadi komoditi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mewabah bahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi trend.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saksikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja di televisi, iklan-iklan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengajak kepada kesyirikan begitu marak, berlomba merayu permirsa. Dikemas begitu indah dan halus dengan teknologi canggih cukup mengirim sms, tidak perlu pergi ke dukun atau ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tukang ramal untuk bertanya tentang masalah jodoh, karir, rezeki,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dll. Sangat memprihatinkan, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membahayakan aqidah ummat,meski via sms padahal hakekatnya sama, kita telah terjerat perbuatan yang sangat dimurkai Allah yaitu syirik. Jelas dalam hadits shahih Rasullulah bersabda,”Barangsiapa mendatangi tukang ramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu, lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:8;"&gt;(HR Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:9;"&gt;Semoga kita terhindar dari perbuatan yang benar-benar merusak aqidah dan sangat dimurkaiNya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;Kita harus yakin semua yang terjadi di alam ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasti atas kehendak Allah, jadi tak sepantasnya kita menggantungkan harapan kepada mahlukNya. Bukankah Allah&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;berfirman,”Dan janganlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:9;"&gt;memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya bagimu, jika kamu berbuat hal itu, maka sesungguhnya kamu, termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik).”(Qs Yunus: 106). Tak hanya ditelevisi, kesyirikan juga banyak diiklankan di media cetak, seperti memasang jimat, pemanis wajah, penglaris dagang, juga yang trend dikalangan anak muda yaitu ramalan bintang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:9;"&gt;Mengapa semua itu disebut perbuatan syirik?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syaikh Abdurrahman Hasan, dalam bukunya Fathul Majid, mengatakan syirik adalah menyamakan mahluk dengan Al Khalik (Allah), dalam hal-hal yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan hak mutlak Allah. Jika kita bertanya kepada paranormal tentang masa depan seperti jodoh, rizki dsbnya, bukankah sama saja kita menyamakan paranormal dengan Allah?,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Naudzubillahimindzalik, sungguh tak pantas kita menduakanNya. Padahal kita yakin&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hidup, mati , jodoh, rezeki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diatur Allah dan peristiwa yang akan datang,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu yang gaib,&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;yang menjadi misteri Illahi. Bahkan rasululah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia yang paling mulia pun, tidak diberi wewenang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh Allah untuk mengertahui hal-hal yang gaib, kecuali apa yang diwahyukan Allah padanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:8;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:9;"&gt;Disamping perbuatan syirik yang nyata, juga ada syirik tersembunyi, yaitu riya. Riya adalah menampakkan ibadah agar dipuji manusia. “…..Maka barangsiapa mengharap berjumpa dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal sholeh, dan janganlah ia berbuat syirik sedikit pun dalam beribadah kpd Tuhannya,’ &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:8;"&gt;(Al Kahfi: 110),&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:9;"&gt; Rasullulah bersabda,” Syirik tersembunyi yaitu ketika seseorang berdiri melakukan shalat, dia perindah shalatnya itu karena mengetahui ada orang lain memperhatikan,” &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:8;"&gt;(HR Iman Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-TRAD"  style="font-size:9;"&gt; Maka waspadalah, riya justru ada dalam diri orang yang taat ibadah. Sungguh syetan itu tak pernah lelah mengelincirkan manusia dengan segala cara &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="ES-TRAD" &gt;Marilah kita luruskan niat dalam ibadah untuk mencari keredhoan Allah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukan untuk pamer. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  &gt;Sejatinya kita manusia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mahluk yang lemah tiada daya, tanpa pertolongan Allah. Hanya padaNya kita memohon dan berlindung. Bila kesulitan hidup melilit, jangan pertanya ke tukang ramal, yuk bangun di penghujung malam menggapai pertolongan Allah dengan tahajud. Jika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beribadah, yuk luruskan niat dari noda riya dan sombong yang akan mengotori keikhlasan kita bahkan membawa kita kepada syirik. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="FI" &gt;Wallahu a ‘lam bishshawab (Lva)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-3651436818244878168?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/3651436818244878168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=3651436818244878168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3651436818244878168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3651436818244878168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/stop-syirik.html' title='Stop Syirik !'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-3667340102558819606</id><published>2008-08-19T06:57:00.001+07:00</published><updated>2008-08-19T07:00:05.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Jangan Menduakan Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="ES-TRAD"&gt;“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” (QS Al Baqarah : 165)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Ayat diatas jika kita renungkan dan kemudian kita jujur mengakui, sungguh sindiran yang sangat tajam bagi manusia, yang sering “Menuhankan”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu. Contohnya, atas nama kebebasan berekspresi,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;segala tatanan moral, norma agama, dilanggar, maka lihatlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di televisi tayangan yang mengumbar aurat, pornografi, pornoaksi, mistik, iklan-iklan perdukunan dsb menjadi hiburan, padahal jelas dalam hadits dan Al Quran itu diharamkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini menunjukan dalam kehidupan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah bukan lagi yang utama.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Bagaimana caranya menjauhkan perbuatan syirik pada diri kita dan menanam keyakinan agar di hati ini tidak ada Illah lain kecuali Allah. Untuk itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebaiknya kita memahami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ilmu tauhid, agar kita sadar mengapa sebagai hamba, kita tidak boleh “menduakanNya” .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Tauhid yang pertama disebut Tauhid Rububiyah , yaitu mengesakan Allah dalam hal perbuatanNya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita meyakini tanpa keraguan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa Allah yang menciptakan alam raya ini beserta isinya, Allah jua yang memberi rezeki kepada mahlukNya. Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menguasai hidup dan mati seluruh mahluk di jagat raya ini, Allah yang mengatur perputaran planet ini. Allah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendatangkan musibah dan kenikmatan bagi mahlukNya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Jika Rububiyah kita sudah mantap, ini belumlah cukup karena Allah berfirman,” Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan mereka?” niscaya mereka menjawab Allah. Maka bagaimana mereka dapat di palingkan (dari menyembah Allah)? (Qs Al Zukhruf : 87), kemudian Allah juga berfirman, “Katakanlah,’Siapakah yang mempunyai tujuh langit dan mempunyai arsy yang besar? Mereka akan menjawab Kepunyaan Allah. Katakanlah,”Mengapa kamu tidak bertakwa?” (Al Mukmukminun: 86-87). Masih banyak ayat-ayat yang mengatakan orang-orang musyrik mengakui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tauhid Rububiyah. Namun pengakuan saja belumlah cukup, perlu bukti nyata dalam amalan atas pengakuan mereka terhadap keesaan Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Selanjutnya tauhid Uluhiyah, artinya mengesakan Tuhan dalam setiap peribadatan yang telah disyariatkan, amalan yang semata-mata di tujukan kepada Allah. Kaum musyrikin secara umum mengakui Allah sebagai pencipta segalanya, namun mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam amalan masih menyekutukan Allah. Allah berfirman,”Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah. Katakanlah ‘Dan apakah kamu mengambilnya juga meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?’ Katakanlah, ‘Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. KepunyaanNya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan (Qs Az zumar : 43-44) dalam ayat lain Allah berfirman,”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan),”Sembahlah Allah (saja), jauhilah Thagut, lalu diantara umat-umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada orang-orang yang telah dipastikan sesat. Oleh karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yag mendustakan rasul,”(An Nahl:36)&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Jelas tujuan Allah mengutus rasul-rasulNya ialah mengajak manusia kembali ke agama tauhid yaitu Islam, karena tauhid yang dibawa oleh para rasul mengandung penetapan keilahiyahanNya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan bersaksi bahwa tiada Tuhan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhak disembah selain Allah. Konsekuensinya adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita harus yakin , tidak ada tempat bertawakal kecuali kepadaNya, tiada yang lebih kita cintai kecuali Dia, dan tiada yang lebih kita takuti kecuali murkaNya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allahuakbar, bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tauhid Rububiyah dan tauhid Uluhiyah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah mengkristal di setiap jiwa yang mengaku beragama Islam, tak akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada lagi korupsi karena muncul rasa takut di lihat Allah, tiada lagi perzinaan karena merasa disaksikan Allah, tiada lagi perdukunan, karena yakin tiada satu pun yang bisa mendatangkan mudarat dan manfaat kecuali hanya Dia. Sungguh, dampak dari mantapnya pengakuan terhadap kemahaesaan Allah, akan terpancar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam setiap segi kehidupan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Sebagai rukun Islam yang pertama syahadat adalah pengakuan kita meniadakan tuhan lain kecuali Allah dan Muhammad saw sebagai rasulullah. Bila syahadat kita benar, akan tampillah jiwa-jiwa yang bersih dari perbuatan syirik. Allah berfirman,” Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang menepati jalan hidayah (Qs AL An’aam:82). Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat itu menyatakan maksudnya ‘mereka’ adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja. Mereka tidak menyekutukanNya sama sekali. Mereka itulah orang-orang yang tenteram pada hari kiamat dan mendapat petunjuk di dunia dan akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Tujuan hidup orang-orang yang beriman bukan hanya di dunia saja, tentu yang utama adalah menggapai keridhoan Allah, agar mendapat kebahagian&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;di akhirat juga. Untuk itu mari kita bersihkan hati dan amalan kita dari perbuatan sryirik, yang sangat dimurkai Allah, karena sesungguhnya Allah sangat keras ancamanNya bagi orang-orang yang menduakanNya. Wallahu’alam bisshawab(Lva).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES-TRAD"&gt;Dari tulisan Ust. Syaifuddin dan buku Fathul Majid.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-3667340102558819606?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/3667340102558819606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=3667340102558819606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3667340102558819606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/3667340102558819606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/jangan-menduakan-allah.html' title='Jangan Menduakan Allah'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-5428439081004088537</id><published>2008-08-18T04:19:00.002+07:00</published><updated>2008-08-18T04:19:50.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Bila Ajal Menjemput</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;Tiada satu pun mahluk dimuka bumi ini, yang tidak takut kepada kematian, karena kematian itu adalah yang memisahkan kita kepada semua yang kita cintai, baik itu anak-anak, harta, pangkat dan seluruh kenikmatan duniawi. Tapi disisi lain sebagai orang yang beriman kita harus meyakini, hidup di dunia ini, hanyalah persinggahan sementara, tempat kita yang abadi adalah di akhirat nanti. Kendatipun kita yakin bahwa setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mati, kita tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan pernah tahu kapan ajal itu akan menjemput.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ketika masa kanak-kanak, saya punya seorang teman dekat, Nova. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;" lang="ES-TRAD"&gt;Selain cantik karena dia keturunan Belanda dan Cina&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dia juga pintar. Kami terus bersama, sampai ketika perguruan tinggi, kami berpisah. Dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuliah di Jakarta, sedangkan saya di Bandung. Namun sebagai sahabat kami tetap menjalin hubungan silaturahim, kadang saya yang ke Jakarta, atau dia yang ke Bandung. Bagi saya dia teman yang menyenangkan serta sahabat yang saling mengisi dalam suka dan duka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ketika diawal tahun 1990, saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang aktif di masjid Salman ITB dan santri Darut Tauhid pimpinan KH Abdullah Gymnastiar atau dikenal dgn Aa’ Gym, mulai tergerak untuk menutup aurat, seperti yang diperintahkan Allah dalam Surat An Nur ayat 31. Ketika melihat saya dengan busana muslimah, Nova kaget sekali, seakan melihat hantu di siang bolong, “ Gila, lu udah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;benar-benar mau seperti ini, kita masih muda, dengan penampilan seperti ini, mana ada yang mau menerima kita kerja, apalagi jadi reporter seperti cita-citamu dulu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ntar saja pakai jilbabnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau udah tua,” itu yang dia katakan. Saya hanya tersenyum, saya katakan padanya, “Kita tidak tahu umur kita sampai tua atau tidak,” lalu saya menunjuk ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pohon jambu yang sedang berbuah, “Lihatlah buah jambu itu, banyak yang rontok, tidak hanya buah yang tua tapi juga buah yang masih muda, bahkan ada yang masih berupa bunga. Jadi kita tidak tahu umur kita apakah sampai tua,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada yang bisa menjamin apakah besok kita masih hidup atau tidak,” Nova hanya tersenyum kecut,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;namun sepertinya dia sulit menerima. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Sebulan kemudian, menjelang lebaran, saya dan Nova mudik ke kota kecil asal kami,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dumai yang ada di propinsi Riau. Kami selalu bersama, bahkan Nova tidur di rumahku, secara pelan-pelan aku terangkan padanya kewajiban menutup aurat bagi muslimah yang sudah baligh, sepertinya dia belum menerima, aku bisa mengerti, dari kecil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meski beragama Islam, namun ia tidak dididik secara islami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;" lang="ES-TRAD"&gt;Ternyata malam itu adalah malam terakhir aku tidur dengan Nova, gadis cantik dan pintar itu besok malamnya meninggal ketika mobil yang dikendarainya masuk jurang, sebenarnya aku akan ikut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika ia menjemputku, tapi karena ada urusan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku tidak bisa menemani, lalu dengan kecewa dia berangkat sendiri. Aku tak mampu membendung kesedihan, kuraba wajah cantiknya yang nyaris hancur, rasanya aku seperti mimpi, baru beberapa saat yang lalu tubuh yang terbujur kaku itu tertawa, tapi sekarang dia telah pergi untuk selamanya, dalam usia 19 tahun. Ya Allah, betapa tipisnya beda hidup dan mati, dan aku semakin sadar bahwa sesungguhnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidup dan mati mutlak dalam genggamanMu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: blue;" lang="ES-TRAD"&gt;Innalillahiwainnaillaihiroji’un, Nova sahabatku, semoga Allah mengampuni segala dosamu.(Lva)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-5428439081004088537?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/5428439081004088537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=5428439081004088537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5428439081004088537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5428439081004088537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/bila-ajal-menjemput.html' title='Bila Ajal Menjemput'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-5418034968681020883</id><published>2008-08-18T04:05:00.004+07:00</published><updated>2008-09-05T11:49:25.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Taubat, Why Not ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Sylfaen;font-size:11;color:black;"   &gt;“Sesungguhnya Allah Ta’ala senantiasa membentangkan tanganNya pada waktu malam untuk menerima taubat orang yang berbuat jahat pada waktu siangnya dan membentangkan tanganNya pada siang untuk menerima taubat orang yang berbuat jahat pada malamnya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Sylfaen;font-size:11;color:black;"   lang="SV" &gt;Yang demikian itu berlangsung terus sampai matahari terbit di sebelah barat.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Sylfaen;font-size:11;color:black;"   lang="SV" &gt;(HR. Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="SV" &gt;Ketika mendengar seorang &lt;i style=""&gt;rocker&lt;/i&gt; meninggal dunia di penghujung bulan Januari, saya sempat meneteskan air mata haru. Saya teringat tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1995 ketika saya masih bekerja sebagai jurnalis di salah satu media cetak nasional, saya menulis pengalaman rohani rocker itu, yang ketika itu masih dalam transisi ”mencari Tuhan”. Saat itu saya ceritakan masa lalunya yang berlumuran dosa, betapa tidak 23 tahun ia bergelimang dengan narkoba dan miras, ketenaran sudah ia genggam, namun semua itu tiada arti ketika hatinya terasa hampa, jauh dari Allah. Saya ingat betul, betapa matanya berkaca mencurahkan penyesalannya dan sangat ingin kembali ke jalan yang lurus alias bertaubat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:blue;"  lang="SV" &gt;Kenangan itu sudah 12 tahun berlalu, karena hijrah ke Surabaya, saya kehilangan kontak dengannya, tapi saya dengar beliau sudah berubah menjadi seorang dai yang tak kenal lelah berdakwah, meski kanker menggerogoti tubuhnya, namun semangatnya untuk mengajak ummat kembali ke jalan Allah tetap membara. Semoga Allah menerima beliau di sisiNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:blue;"  lang="SV" &gt;Kematian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah misteri Illahi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah yang tahu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kapan kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan mati, sedang apa, apakah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suulkhotimah atau&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;khusnulkhotimal, wallahu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;a’lam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bishshowab.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:blue;"  lang="FI" &gt;Namun&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sebagai manusia, kita menyadari tiada yang pasti di dunia ini, kecuali kematian&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:9;color:blue;"  lang="FI" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:blue;"  lang="FI" &gt;Terkadang kita terlalu &lt;i style=""&gt;pede&lt;/i&gt; alias percaya diri, seakan-akan kita akan hidup seribu tahun lagi hingga kita terlena oleh kesenangan duniawi yang menipu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="FI" &gt;Sungguh banyak firman Allah, mengajak kita untuk segera bertaubat diantaranya dalam surat Hud, 11:31 yang artinya ” &lt;i style=""&gt;Mohon ampunlah kamu sekalian kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepadanya&lt;/i&gt;”. Juga dalam surat An Nuur, 24:31 yang artinya ”&lt;i style=""&gt;Bertaubatlah kemu semuanya kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu sekalian berbahagia&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="FI" &gt;Kalau kita mengkaji lebih dalam, betapa cintanya Allah kepada hambanya, Allah sang Pencipta, sangat mengetahui bahwa manusia tidak ada yang bersih dari dosa, untuk itu Dia membuka pintu taubat seluasnya. Namun manusialah yang sering mengulur-ngulur waktu ”ntar aja kalau udah tua” atau misalnya ketika seorang muslimah belum menutup aurat, lalu ia mencari pembenaran dengan mengatakan, ”Nanti saja, saya mau menjilbabkan hati dulu, percuma berjilbab, kalau hatinya masih kotor,”dan seribu alasan pun keluar dari bibir kita, untuk menunda-nunda ,menjalankan aturan yang diwajibkan Allah SWT. Seolah-olah kita begitu yakin usia kita akan panjang.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="FI" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="PT-BR" &gt;Rasulullah SAW bersabda ” Sungguh Allah itu lebih gembira untuk menerima taubat hambaNya, melebihi kegembiraan seseorang diantara kamu sekalian, yang menemukan kembali untanya yang telah hilang ditengah-tengan padang sahara(HR. Bukhari Muslim). Subhanallah, masih banyak lagi hadits-hadits shohih yang menjelaskan betapa bahagianya Allah, mendengar rintihan penyesalan hamba-hambanya yang memohon ampun atas segala dosa-dosanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="PT-BR" &gt;Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk putus asa atas ampunan Allah, atau untuk menunda-nunda untuk memohon, merintih dan menangisi segala kemaksiatan yang kita lakukan. Sebelum ajal sampai di tenggorokan, Allah akan menerima taubat kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="PT-BR" &gt;Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari dan seterusnya, tanpa kita sadari kita menuju kematian, pernahkah kita merenung, jika sang malaikat maut datang, apa bekal yang harus kita bawa, semua keindahan duniawi akan sirna. Apakah kita termasuk orang-orang terpilih yang sempat bertaubat sebelum ajal menjemput.? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="FI" &gt;Semuanya hanya hati nurani kita yang mampu menjawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.2in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;color:black;"  lang="FI" &gt;Al Qur’an surat Ali Imran, 3:133 menyatakan ”&lt;i style=""&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa&lt;/i&gt;”. Hati yang jernih, mampu merenungi betapa hidup di dunia ini hanya kesenangan yang menipu, kebahagiaan yang hakiki adalah ketika ajal menjemput, kita wafat dengan khusnulkhotimah. Inilah kesuksesan yang sebenarnya. Namun semua itu hanya dapat diraih oleh orang-orang yang beriman, karena Allah hanya menyeru kepada hamba-hambanya yang beriman saja untuk bertaubat. Maka siapapun saya, anda, mari jangan tunda lagi, yuk kita segera bertaubat, betapapun besarnya dosa kita, seluas langit dan bumi. Insya Allah pintu taubat selalu terbuka. Taubat, &lt;i style=""&gt;Why Not&lt;/i&gt; ?(Lva) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-5418034968681020883?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/5418034968681020883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=5418034968681020883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5418034968681020883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5418034968681020883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/taubat-why-not.html' title='Taubat, Why Not ?'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-8279539252973123521</id><published>2008-08-18T04:04:00.001+07:00</published><updated>2008-08-18T04:05:05.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Mengapa Kita Perlu “NGAJI”?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Sebelum Islam datang, ada tradisi orang-orang Quraisy yang baru pulang dari haji masuk ke rumah melalui pintu belakang. Begitu pula kaum Anshar, mereka punya kebiasaan apabila pulang dari perjalanan, tidak mau memasuki rumah melalui pintu depannya, tetapi melalui belakang. Tata cara tersebut dianggap sakral. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Suatu ketika, seseorang yang baru berihram memasuki rumah dari pintunya, maka orang-orang mengadu kepada Rasulullah saw. tentang hal itu. Lalu turunlah ayat “……dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertaqwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung”. (Q.S. 2:189) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ayat tersebut adalah teguran bagi umat Islam pada masa itu agar berbuat kebajikan yang berlandaskan ketaqwaan pada Allah SWT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pada hakikatnya, ayat tersebut menghendaki seorang muslim untuk senantiasa memperhatikan amal kebaikannya, untuk mempertimbangkan: “sudahkah suatu amal kebaikan itu dilaksanakan dengan keta’atan pada Allah (dan rasul-Nya)?”, walaupun amalan itu sekedar memasuki rumah sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tradisi-tradisi yang dianggap sakral seperti itu sampai kini masih banyak sekali dilakukan oleh umat Islam di berbagai wilayah, yang bila ditelisik dengan standar Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. ternyata sangat jauh bertentangan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Mungkin kita pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa sengaja melakukannya, akibat malas menuntut ilmu agama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Meskipun maksud&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;perbuatan kita baik, bila tidak dilakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;dengan cara yang benar sebagaimana syari’at Islam, maka apa yang kita lakukan tidak menjadi sebuah kebajikan yang mendatangkan ridha Allah SWT. Betapa meruginya, bila segala upaya kebaikan yang kita lakukan bermodal pikiran, tenaga, dan harta benda, tidak menambah sedikitpun keridhaan Allah, hanya karena salah pedomannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Maka “ngaji”atau menuntut ilmu agama menjadi satu keharusan bagi kita, apabila ingin beramal dengan benar. Ribuan ayat Allah dalam Al-Qur’an dan seluruh perilaku Rasulullah saw. yang dikisahkan dalam puluhan ribu hadits, tak akan habis kita pelajari sepanjang hayat. Kalau begitu, bagaimana mungkin kita melewatkan sisa hidup kita tanpa mempersiapkan diri menghadapi suatu hari yang tidak akan luput seorang pun dari pertanggung jawaban?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mari kita mulai biasakan “ngaji”, agar bisa beramal dengan benar hingga tercatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar, sebagaimana sabda Rasulullah saw.: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Sylfaen;" lang="SV"&gt;“Hendaklah kamu berpegang pada kebenaran (dalam kata dan perbuatan) karena sesungguhnya kebenaran itu memimpin kepada kebaktian dan kebaktian itu membawa ke surga; dan hendaklah tetap seseorang (bersifat) benar dan memilih kebenaran hingga dia tertulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar; dan hendaklah kamu jauhi kedustaan, karena sesungguhnya kedustaan itu memimpin kepada kedurhakaan, dan kedurhakaan membawa ke neraka; dan (janganlah) seseorang tetap (suka) berdusta dan memilih kedustaan hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Sylfaen;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Sylfaen;"&gt;Muttafaq ‘Alaih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(Riz)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-8279539252973123521?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/8279539252973123521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=8279539252973123521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8279539252973123521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/8279539252973123521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/mengapa-kita-perlu-ngaji.html' title='Mengapa Kita Perlu “NGAJI”?'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7380788621019587741.post-5422194485267906019</id><published>2008-08-18T02:43:00.005+07:00</published><updated>2008-08-18T04:09:40.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Kehidupan Yang Menipu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Sylfaen;font-size:11;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-size:22;color:blue;"  &gt;Kehidupan Yang Menipu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Sylfaen;font-size:11;color:blue;"   &gt;“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S. Al-Hadiid:20)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  &gt;Allah SWT menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan. DibekaliNya manusia dengan potensi akal, jiwa, dan jasmani yang terbaik di antara ciptaan Allah lainnya. Semua potensi itu mendorong manusia untuk berpikir dan bertindak kreatif dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Itu sebabnya kehidupan manusia selalu disibukkan dengan sederet keinginan, cita-cita, harapan, dan angan-angan yang ingin diwujudkannya dalam hidup ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  &gt;Bagaimana tingkah laku manusia dalam hidupnya, Allah gambarkan dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an. Tujuannya agar manusia bisa mengambil pelajaran dan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah SWT. Ayat di atas adalah salah satu di antaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  &gt;Ayat tersebut adalah gambaran Ilahiah tentang keadaan hidup manusia. Terbagi-bagi dalam beberapa masa, yaitu: permainan (la’ibun), kelalaian (lahwun), perhiasan (ziinatun), bermegah-megah (tafaakhurun), berbangga-bangga (takaatsurun), dan akan sirna. Jika kita renungkan, sesungguhnya memang demikianlah yang terjadi dalam perjalanan hidup manusia di dunia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  &gt;La’ibun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  &gt; atau &lt;u&gt;permainan&lt;/u&gt;, menggambarkan masa anak-anak. Kehidupan di masa bermain itu dilewati dengan senda gurau dan keceriaan. Mungkin adakalanya anak-anak sedih, tapi itu hanya sesaat. Mereka bisa dengan cepat melupakan persoalan dan kembali bermain-main bersama teman-temannya. Anak kaya, anak miskin, anak korban gempa, anak korban lumpur, atau anak jalanan, semuanya bisa melalui hari-harinya dengan bermain dan bersenda gurau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;Saat anak-anak mencapai usia puber atau remaja, tibalah saatnya masa &lt;i style=""&gt;Lahwun&lt;/i&gt; atau masa &lt;u&gt;melalaikan&lt;/u&gt;. Pada masa ini rata-rata remaja menjalani kehidupannya dengan ringan. Mereka sudah tidak bermain-main layaknya anak-anak. Mereka sudah mengerti tanggung jawab, tapi mereka lakukan dengan semaunya. Akibatnya mereka sering melalaikan atau kurang peduli pada tanggung jawabnya.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Ziinatun&lt;/i&gt; atau &lt;u&gt;hiasan&lt;/u&gt;, adalah gambaran masa muda dewasa muda). Setelah masa remaja puber dilewati, manusia akan menuju kedewasaan. Saat itu perkembangan fisik manusia mencapai kesempurnaan, indah laksana perhiasan. Karenanya mereka sangat memperhatikan penampilannya. Mereka berusaha mengikuti perkembangan mode agar selalu bisa tampil cantik atau gagah dan menarik perhatian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Usia bertambah, kemudaan sedikit berkurang. Manusia memasuki masa dewasa. Tibalah masa &lt;i style=""&gt;Tafaakhurun&lt;/i&gt; atau &lt;u&gt;bermegah-megahan&lt;/u&gt;. Ini adalah gambaran kehidupan manusia setelah mempunyai kemampuan berpikir yang matang. Mereka berusaha meraih apa yang dia impikan dalam hidup ini. Ukuran kesuksesan hidup di masa ini adalah sekolah yang tinggi, pekerjaan yang bagus (penghasilannya), jabatan yang bergengsi. Makin bergengsi, makin megah dan sukseslah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehidupannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;Selanjutnya adalah masa &lt;i style=""&gt;Takaatsurun&lt;/i&gt; atau &lt;u&gt;berbangga-banggaan&lt;/u&gt; tentang harta dan anak, yang menggambarkan kehidupan manusia di masa tuanya. Ketika itu fisik manusia semakin lemah, daya ingatnya semakin menurun, dan wajah sudah hilang daya tariknya. Maka tidak ada lagi sesuatu pada dirinya sendiri yang bisa dibanggakan. Lalu mulailah manusia menonjolkan anaknya dan harta yang telah dikumpulkannya. Percakapan di antara mereka tak lepas dari banyaknya keturunan, anak yang sukses atau hidup mapan, dan besarnya kekayaan hasil usaha bertahun-tahun. Kesuksesan anak, banyaknya keturunan, maupun banyaknya harta simpanan menjadi kebanggaan di kalangan orang tua.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Itulah lima masa kehidupan manusia di dunia ini. Subhanallah, Allaahu Akbar. Maha Benar Allah. Gambaran tersebut semuanya terjadi, dan selalu terjadi sepanjang zaman kehidupan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1026'/"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -1; left: 0px; margin-left: 265px; margin-top: 152px; width: 28px; height: 28px;"&gt;  &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td  style="background: white none repeat scroll 0% 50%; vertical-align: top; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:white;" bg="" height="28" width="28"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 0pt; z-index: -1;"&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div shape="_x0000_s1026" style="padding: 3.6pt 7.2pt;" class="shape"&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-size:8;color:blue;"  &gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso &amp; !vml]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;Allah mengibaratkan kehidupan manusia dan apa yang telah diraihnya di dunia ini dengan tanaman yang tumbuh baik setelah terkena hujan. Mengagumkan. Akan tetapi suatu saat tanaman yang mengagumkan itu akan kuning mengering lalu hancur. Begitu pula hidup, ada masanya manusia akan mati lalu hancur jasadnya. Maka kesenangan dan kebanggaan kehidupan dunia sebenarnya hanyalah kesenangan yang menipu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;Setelah mati, tidak ada lagi kesenangan atau kebanggaan yang bisa ditonjolkan. Di akhirat hanya menanti dua kehidupan: yang penuh adzab dan yang penuh ampunan dari Allah SWT. Orang-orang yang lalai dari tujuan hidup akhiratnya dan tidak mau mengikuti petunjuk Allah, akan menjalani kehidupan penuh siksaan yang sangat pedih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;Sebaliknya, orang-orang yang beriman dan senantiasa mengarahkan hidup dunianya untuk ta’at pada Allah dan rasul-Nya, akan memperoleh ampunan dan keridhaan. Mereka akan mereguk kesenangan yang sejati dan abadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;Maka marilah bersegera menyempurnakan iman dan ‘amal sholeh. Berlomba-lomba menuju ampunan Allah SWT dan surga, yang luasnya seluas langit dan bumi. Itulah tujuan sebenarnya dari kehidupan manusia di dunia ini. (riz)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-size:9;color:blue;"  lang="PT-BR" &gt;Dari Kajian Tafsir oleh Ust&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M. Zaini, pengajian “Sakinah” SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Selasa, 8 Januari 2008.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7380788621019587741-5422194485267906019?l=buletintaklim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buletintaklim.blogspot.com/feeds/5422194485267906019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7380788621019587741&amp;postID=5422194485267906019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5422194485267906019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7380788621019587741/posts/default/5422194485267906019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buletintaklim.blogspot.com/2008/08/kehidupan-yang-menipu.html' title='Kehidupan Yang Menipu'/><author><name>Buletin Ta'lim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06440806952474497201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nG4L-WHYWUE/SKpHS_y8OLI/AAAAAAAAABs/Mv3iZxX01cg/S220/neverending.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
