Film

Minggu, 22 Maret 2009

Mengapa Harus Dukung Palestina

”Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah Kmi berkati sekitarnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (Kebesaran dan Kekuasaan) Kami.” (Q.S. Al-Israa’: 1)
Permusuhan Kaum Musyrikin Terhadap Islam
Ketika Allah Ta’ala mengutus Muhammad saw. dengan membawa risalah kebenaran dan hidayah-Nya, untuk dimenangkan terhadap seluruh agama yang ada, kaum musyrikin membenci Nabi serta kaum muslimin. Hal itu Allah tegaskan di QS. As-Shaf ayat 8-9, ”Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik benci.” Kaum musyrikin yang disebutkan di ayat ini dimotori kaum Yahudi dan Nasrani. Begitu dalamnya kebencian mereka hingga segala cara dan tipu daya mereka lakukan agar Islam kehilangan pembelanya sebagaimana firman Allah di QS. Al-Baqarah: 120, ”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho(rela) kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, ” Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Maka sejak itulah permusuhan terhadap Islam berlangsung sepanjang sejarah, tidak pernah mengendor dan berhenti sampai sekarang. Mereka, kaum musyrikin, kaum Yahudi, dan kaum Nasrani, saling bekerja sama untuk mengoyak Islam dari gelanggang kehidupan dan menggiring kaum muslimin ke jalan yang salah. Hingga hari ini rencana jahat mereka terhadap tanah Arab dan bumi Palestina tampak berhasil baik. Mereka berhasil meruntuhkan Khilafah Islam, menjadikan jazirah Arab terpecah-belah menjadi negara-negara kecil nan egois (dengan kekayaannya masing-masing), serta memasuki dan menduduki wilayah Palestina.
Kronologi Konspirasi Yahudi Untuk Menduduki Bumi Palestina
1. Yahudi Bani Israil sangat marah ketika tahu bahwa Kenabian jatuh ke tangan bangsa Arab, anak keturunan Ismail 'alaihissalam. Itu pun turun di Makkah, bukan Madinah tempat mereka tinggal di sana. Mereka lalu membuat makar, atau bekerja sama dengan kaum kafir Quraisy untuk menjatuhkan Rasulullah saw dan kaum muslimin. Dalam peperangan-perangan itu, kabilah-kabilah Yahudi tersingkir, seperti kabilah Nadhir, Qainuqa, Quraidhah, hingga benteng terakhir mereka di Khaibar.
2. Setelah mengalami kekalahan di masa Nabi saw. dan Khalifah-khalifah setelahnya, kaum Yahudi menyingkir dari Jazirah Arab. Mereka bergabung dengan Yahudi-yahudi lain di Eropa. Dalam masa ratusan tahun Yahudi menyebar di berbagai negara Eropa, seperti Spanyol, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan sebagainya.
3. Dalam mengembangkan komunitas, kaum Yahudi tidak berbaur dengan masyarakat setempat, bahkan mengharamkan asimilasi. Mereka memelihara warisan-warisan agamanya (berdasar kitab Talmud), dan membangun kesombongan etnik sampai melampaui batas. Mereka menjalankan bisnis berbasis ribawi dan mereka melakukan ritual-ritual pengorbanan yang kejam. Ritual semacam ini kemudian terbongkar, sehingga Yahudi diusir dari negara-negara tertentu di Eropa, salah satunya dari Spanyol. Spanyol melarang Yahudi tinggal di negerinya sampai saat ini, karena kekejaman mereka dalam ritual keji itu.
4. Setelah terusir dari Eropa, Yahudi kesekian kalinya menyebar ke negara-negara lain yang masih mau menampung mereka, antara lain ke Inggris dan Eropa Timur. Saat rakyat Eropa mulai eksodus menuju benua baru ditemukan oleh Columbus (Amerika), Yahudi ikut serta. Ketika Amerika merdeka dari tangan Inggris, Yahudi telah eksis di dalamnya.
5. Yahudi juga datang ke wilayah Turki Utsmani sekitar 700 atau 800 tahun setelah era Nabi saw. Khilafah Islam yang telah melupakan kejahatan Yahudi di Madinah menerima mereka dengan baik di tengah-tengah masyarakat Turki Utsmani sebagai aplikasi ajaran Islam yang memperbolehkan di dalamnya orang Yahudi dan Nashrani tinggal, selama mereka membayar jizyah. Yahudi tidak dianiaya di negeri ini, mereka diberi pelayanan dan penghormatan, layaknya warga negara Islam. Setelah negara-negara Eropa banyak mengusir mereka, baru di Turki inilah mereka diperlakukan dengan baik, sehingga mereka pun menjaga diri dari (maaf) kebejatan yang biasa mereka lakukan. Tetapi mereka membalas kebaikan itu dengan sebuah makar besar peruntuhan Khilafah Islam Utsmaniyah. Di Turki, kaum Yahudi menyiapkan konsep kejahatan global mereka untuk menguasai dunia.
6. Dengan Deklarasi Balfour 1917, pemerintah Inggris mendukung rencana Zionis Yahudi untuk merebut tanah Palestina dan menyebutnya sebagai ‘tanah air’ bagi Yahudi, dengan syarat mereka tidak boleh merugikan hak-hak dari komunitas-komunitas yang ada di sana. Saat itu, sebagian terbesar wilayah Palestina berada di bawah kekuasaan Khilafah Turki Utsmani, dan batas-batas yang akan menjadi Palestina telah dibuat sebagai bagian dari Persetujuan Sykes-Picot 16 Mei 1916 antara Inggris dan Prancis. Sebagai balasan untuk komitmen dalam deklarasi itu, komunitas Yahudi akan berusaha meyakinkan Amerika Serikat untuk ikut dalam Perang Dunia I. Tanggal 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Pasha at-Taturk dengan dukungan Inggris menggulingkan Khilafah Utsman yang saat itu dipimpin oleh Abdul Majid II, dan secara resmi menghapuskan sistem Khilafah Islam yang telah berjalan selama 1342 tahun. Sebagai balasan atas penggulingan itu, Turki menandatangani Traktat Lausanne yang menyatakan kemerdekaan Turki dan penarikan pasukan Inggris beserta sekutu-sekutunya dari wilayah Turki. Mustafa Kemal Pasha lalu menjadi Presiden pertama Turki yang sekuler dan anti-Islam.
7. Runtuhnya Khalifah Islam diiringi terpecah belahnya Jazirah Arab menjadi negara-negara atau kerajaan-kerajaan kecil. Sebelum Yahudi memutuskan mendirikan negara di Palestina, waktu itu ada tiga pilihan tempat: Palestina, Agentina, atau Ethiopia. Pilihan akhirnya jatuh ke Palestina, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban Yahudi sendiri di Yerusalem dan sekitarnya. Karena sadar akan resiko pendudukan itu, Yahudi mempersiapkan segala macam kekuatan, termasuk mendidik agen-agen loyalisnya di negara-negara Arab agar perpecahan yang terjadi tidak hanya mencakup wilayah kekuasaan tetapi juga dalam hal pemikiran Islam. Dengan terpecahnya pemikiran Islam di antara negara-negara Arab, Yahudi leluasa mengadu domba dan membuat konflik senantiasa menyala di Jazirah Arab, sehingga tanpa terasa sedikit demi sedikit imigrasi Yahudi ke bumi Palestina tidak lagi menjadi perhatian negara-negara Islam di sekelilingnya.
Bersatu Dukung & Bela Palestina
Setelah mengetahui betapa makar yang dibuat oleh kaum musyrikin Yahudi , permusuhan dan kebenciannya terhadap Islam, maka sebagai pembela Islam, maka kita harus saling bekerja sama dan bersatu mendukung perjuangan Palestina dan HAMAS. Ini adalah perang yang dikobarkan untuk mematikan cahaya Islam. Meskipun Allah SWT telah menjamin bahwa segala makar yang dilakukan kaum musyrikin akan dikalahkan oleh kekuasaan-Nya dan adalah Allah sebaik-baik pembuat makar, tetapi kita tidak boleh berpangku tangan. Bagi yang berpunya harta, mari bantu dengan dana. Bagi yang berpunya persenjataan, teknik perang, atau pengobatan serta berkesempatan pergi ke sana, mari bantu dengan tenaga. Dan bagi yang tak berdaya tenaga atau pikiran, atau dana, mari bantu dengan do’a. Salah satunya adalah dengan membaca do’a Qunut Nazilah di raka’at terakhir setiap shalat kita, sebagaimana yang Rasulullah saw lakukan saat keadaan umat Islam dalam bahaya.
”Allaahummaghfirlanaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal muslimiina wal muslimaatiwa allaf baina quluubihim wa ash_lih dzaata bainahum wan_shur_hum 'alaa 'aduwwaka wa 'aduwwihim
Allaahummal'anil kafaarotalladziina yashudduuna 'an sabiilika wa yukadz_dzibuuna rusulaka wa yuqottiluuna awliyaa'aka
Allaahumma khoolif baina quluubihim wa zalzil aqdaamahum wa anzil bihim ba'sakalladziina laa yurodduu 'anil qoumil mujrimiin”

Wallahua'lam. (riz)

Tidak ada komentar: