Film

Selasa, 19 Agustus 2008

Dampak Teknologi Bagi Anak dan Remaja

Jika kita mengamati perkembangan teknologi pada saat ini mungkin membuat para orang tua menggelengkan kepala, khawatir akan pengaruh kecanggihan dari teknologi tersebut. Betapa tidak, semua fasilitas mulai dari handphone sampai internet dapat kita nikmati dengan mudah, kapan dan dimanapun kita berada. Tidak perlu mengeluarkan kocek yang banyak untuk menikmati komputer misalnya, karena di seluruh pelosok pun sudah ada persewaan komputer, tidak harus membeli. Seakan kita dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Dengan beberapa ribu saja kita sudah bisa melihat perkembangan dunia, misalnya saja peristiwa-peristiwa penting dan tempat-tempat bersejarah. Bahkan kita juga bisa menjalin persahabatan dengan orang lain melalui media tersebut. Sungguh sangat mengasyikkan!

Yang menjadi persoalan adalah dampak perkembangan teknologi tersebut terhadap anak-anak dan remaja kita. Banyak kalangan yang merasa miris dengan akibat yang ditimbulkannya,. Lihat saja anak-anak kecil sudah pandai mengoperasikan HP, anak TK pun sudah bisa pencet sana pencet sini. Kadang kita tidak menyadari banyak menu yang disajikan dalam telepon selular tersebut, seperti game,musik,gambar. Yang paling mngerikan adalah anak sekarang sudah bisa men-down load gambar-gambar yang mungkin bagi kita tidak sopan.

Belum berhenti sampai di sini, yang sungguh meresahkan adalah tayangan TV yang semakin hari semakin jauh dari pendidikan. Karena sebagian besar masyarakat bila memiliki kotak ajaib tersebut menjadi lupa waktu, sambung-menyambung. Padahal kalau dipikir kadang ceritanya tidak masuk akal, berputar-putar yang membuat orang semakin penasaran. Ada juga yang menjual mimpi, yang membuat banyak remaja berkhayal terlalu jauh, bermimpi menjadi cinderella. Ironisnya acara tersebut ditayangkan saat jam belajar anak-anak sekolah. Lebih parah lagi setiap jam berganti judul dan pemeran sehingga semakin sulit beranjak dari televisi. Akibatnya banyak anak yang meniru gaya selebritis tersebut baik dalam hal perilaku, pakaian dan haya hidup.

Satu lagi kotak ajaib yang membuat anak-anak dan para remaja terlena yaitu komputer. Ternyata kalau kita amati, banyak dari mereka yang mempergunakan alat tersebut hanya untuk bermain game daripada belajar membuat program atau mengetik. Yang mungkin lagi digandrungi anak-anak adalah game on line. Bermain game dengan cara mengakses di internet. Perkembangannya sungguh luar biasa. Belum lagi kalau membuka situs-situs orang dewasa. Sungguh sangat memprihatinkan. Beruntung pemerintah cepat tanggap dan telah membredel situs-situs tersebut.

Sebetulnya gambaran di atas adalah perkembangan teknologi dari sudut pandang negatip. Tidak dipungkiri sisi positipnya juga lebih banyak. Tidak semua anak atau pun remaja terseret ke arah yang tidak kita harapkan. Banyak kok anak-anak yang berprestasi dengan adanya sarana canggih tersebut yang perlu kita waspadai adalah bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Dan bagaimana solusi yang sehat dan wajar. Peran orang tua sangatlah penting, disamping guru dan pemerintah tentunya semua elemen harus bekerja sama dalam hal ini, karena anak-anak adalah calon generasi penerus bangsa, untuk itulah perlu adanya komunikasi yang kontinyu antara orang tua dan anak.

Barangkali semacam kontrol tanpa adanya penekanan sehingga anak-anak tidak merasa diintervensi. Juga tidak berlebihan kalau menyarankan orang tua untuk tidak menyalakan TV pada jam-jam belajar. Walau bagaimanapun orangtua adalah suri tauladan bagi anak-anak. Kadang justru orang tua yang ingin menyaksikan siaran saat anak-anak sedang serius belajar. Jika mempunyai kegemaran membaca maka sangat membantu mengembangkan wawasan. Apalagi sekarang banyak buku bersifat religi yang beredar di toko-toko buku. Di dalam buku tersebut diajarkan bagaimana kita bergaul atau berperilaku. Disamping bersifat religi ada juga yang bersifat memberi semangat dan membangun motivasi yang benar untuk belajar seperti karya Andrea Hirata. Kehadiran penulis seperti beliau sangat ditunggu-tunggu. Tidak hanya oleh anak-anak dan remaja tetapi oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Ada solusi yang tepat menghadapi ketimpangan-ketimpangan yang ada saat ini. Semoga pemerintah juga turut memikirkan hal-hal yang sangat kontroversi ini. Misalnya harus ada pengaturan mengenai acara TV, materi ataupun jam tayang. Harus ada penyajian yang bersifat mendidik. Karena kalau tidak, bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita. Memberi nasehat, menegur, rasanya belumlah cukup. Harus ada campur tangan pemerintah yang tegas. Okey, kita tunggu saja !!!(Yun)

Tidak ada komentar: