Film

Senin, 18 Agustus 2008

Taubat, Why Not ?

“Sesungguhnya Allah Ta’ala senantiasa membentangkan tanganNya pada waktu malam untuk menerima taubat orang yang berbuat jahat pada waktu siangnya dan membentangkan tanganNya pada siang untuk menerima taubat orang yang berbuat jahat pada malamnya. Yang demikian itu berlangsung terus sampai matahari terbit di sebelah barat.”

(HR. Muslim)

Ketika mendengar seorang rocker meninggal dunia di penghujung bulan Januari, saya sempat meneteskan air mata haru. Saya teringat tahun 1995 ketika saya masih bekerja sebagai jurnalis di salah satu media cetak nasional, saya menulis pengalaman rohani rocker itu, yang ketika itu masih dalam transisi ”mencari Tuhan”. Saat itu saya ceritakan masa lalunya yang berlumuran dosa, betapa tidak 23 tahun ia bergelimang dengan narkoba dan miras, ketenaran sudah ia genggam, namun semua itu tiada arti ketika hatinya terasa hampa, jauh dari Allah. Saya ingat betul, betapa matanya berkaca mencurahkan penyesalannya dan sangat ingin kembali ke jalan yang lurus alias bertaubat.

Kenangan itu sudah 12 tahun berlalu, karena hijrah ke Surabaya, saya kehilangan kontak dengannya, tapi saya dengar beliau sudah berubah menjadi seorang dai yang tak kenal lelah berdakwah, meski kanker menggerogoti tubuhnya, namun semangatnya untuk mengajak ummat kembali ke jalan Allah tetap membara. Semoga Allah menerima beliau di sisiNya.

Kematian adalah misteri Illahi, hanya Allah yang tahu kapan kita akan mati, sedang apa, apakah suulkhotimah atau khusnulkhotimal, wallahu a’lam bishshowab. Namun sebagai manusia, kita menyadari tiada yang pasti di dunia ini, kecuali kematian. Terkadang kita terlalu pede alias percaya diri, seakan-akan kita akan hidup seribu tahun lagi hingga kita terlena oleh kesenangan duniawi yang menipu.

Sungguh banyak firman Allah, mengajak kita untuk segera bertaubat diantaranya dalam surat Hud, 11:31 yang artinya ” Mohon ampunlah kamu sekalian kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepadanya”. Juga dalam surat An Nuur, 24:31 yang artinya ”Bertaubatlah kemu semuanya kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu sekalian berbahagia”.

Kalau kita mengkaji lebih dalam, betapa cintanya Allah kepada hambanya, Allah sang Pencipta, sangat mengetahui bahwa manusia tidak ada yang bersih dari dosa, untuk itu Dia membuka pintu taubat seluasnya. Namun manusialah yang sering mengulur-ngulur waktu ”ntar aja kalau udah tua” atau misalnya ketika seorang muslimah belum menutup aurat, lalu ia mencari pembenaran dengan mengatakan, ”Nanti saja, saya mau menjilbabkan hati dulu, percuma berjilbab, kalau hatinya masih kotor,”dan seribu alasan pun keluar dari bibir kita, untuk menunda-nunda ,menjalankan aturan yang diwajibkan Allah SWT. Seolah-olah kita begitu yakin usia kita akan panjang.

Rasulullah SAW bersabda ” Sungguh Allah itu lebih gembira untuk menerima taubat hambaNya, melebihi kegembiraan seseorang diantara kamu sekalian, yang menemukan kembali untanya yang telah hilang ditengah-tengan padang sahara(HR. Bukhari Muslim). Subhanallah, masih banyak lagi hadits-hadits shohih yang menjelaskan betapa bahagianya Allah, mendengar rintihan penyesalan hamba-hambanya yang memohon ampun atas segala dosa-dosanya.

Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk putus asa atas ampunan Allah, atau untuk menunda-nunda untuk memohon, merintih dan menangisi segala kemaksiatan yang kita lakukan. Sebelum ajal sampai di tenggorokan, Allah akan menerima taubat kita.

Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari dan seterusnya, tanpa kita sadari kita menuju kematian, pernahkah kita merenung, jika sang malaikat maut datang, apa bekal yang harus kita bawa, semua keindahan duniawi akan sirna. Apakah kita termasuk orang-orang terpilih yang sempat bertaubat sebelum ajal menjemput.? Semuanya hanya hati nurani kita yang mampu menjawabnya.

Al Qur’an surat Ali Imran, 3:133 menyatakan ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”. Hati yang jernih, mampu merenungi betapa hidup di dunia ini hanya kesenangan yang menipu, kebahagiaan yang hakiki adalah ketika ajal menjemput, kita wafat dengan khusnulkhotimah. Inilah kesuksesan yang sebenarnya. Namun semua itu hanya dapat diraih oleh orang-orang yang beriman, karena Allah hanya menyeru kepada hamba-hambanya yang beriman saja untuk bertaubat. Maka siapapun saya, anda, mari jangan tunda lagi, yuk kita segera bertaubat, betapapun besarnya dosa kita, seluas langit dan bumi. Insya Allah pintu taubat selalu terbuka. Taubat, Why Not ?(Lva)

Tidak ada komentar: