Film

Selasa, 19 Agustus 2008

Stop Syirik !

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya (Qs An Nisa: 116)” Dari ayat tersebut jelas betapa besar murka dan ancaman Allah bagi manusia yang menyekutukanNya .Allah mengutus rasul-rasulNya untuk mengemban tugas yang sama yaitu meluruskan aqidah dan mengajak manusia kepada jalan tauhid dan menjauhi syirik. Seperti firman Allah,” Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun (berbuat syirik)” (Qs An Nisa: 36).

Bila kita mau jujur, sungguh perbuatan syirik di zaman sekarang ini, sudah menjadi komoditi, mewabah bahkan menjadi trend. Saksikan saja di televisi, iklan-iklan yang mengajak kepada kesyirikan begitu marak, berlomba merayu permirsa. Dikemas begitu indah dan halus dengan teknologi canggih cukup mengirim sms, tidak perlu pergi ke dukun atau ke tukang ramal untuk bertanya tentang masalah jodoh, karir, rezeki, dll. Sangat memprihatinkan, dan membahayakan aqidah ummat,meski via sms padahal hakekatnya sama, kita telah terjerat perbuatan yang sangat dimurkai Allah yaitu syirik. Jelas dalam hadits shahih Rasullulah bersabda,”Barangsiapa mendatangi tukang ramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu, lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari (HR Muslim).

Semoga kita terhindar dari perbuatan yang benar-benar merusak aqidah dan sangat dimurkaiNya. Kita harus yakin semua yang terjadi di alam ini, pasti atas kehendak Allah, jadi tak sepantasnya kita menggantungkan harapan kepada mahlukNya. Bukankah Allah berfirman,”Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya bagimu, jika kamu berbuat hal itu, maka sesungguhnya kamu, termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik).”(Qs Yunus: 106). Tak hanya ditelevisi, kesyirikan juga banyak diiklankan di media cetak, seperti memasang jimat, pemanis wajah, penglaris dagang, juga yang trend dikalangan anak muda yaitu ramalan bintang.

Mengapa semua itu disebut perbuatan syirik? Syaikh Abdurrahman Hasan, dalam bukunya Fathul Majid, mengatakan syirik adalah menyamakan mahluk dengan Al Khalik (Allah), dalam hal-hal yang merupakan hak mutlak Allah. Jika kita bertanya kepada paranormal tentang masa depan seperti jodoh, rizki dsbnya, bukankah sama saja kita menyamakan paranormal dengan Allah?, Naudzubillahimindzalik, sungguh tak pantas kita menduakanNya. Padahal kita yakin hidup, mati , jodoh, rezeki diatur Allah dan peristiwa yang akan datang, merupakan sesuatu yang gaib, yang menjadi misteri Illahi. Bahkan rasululah, manusia yang paling mulia pun, tidak diberi wewenang oleh Allah untuk mengertahui hal-hal yang gaib, kecuali apa yang diwahyukan Allah padanya.

Disamping perbuatan syirik yang nyata, juga ada syirik tersembunyi, yaitu riya. Riya adalah menampakkan ibadah agar dipuji manusia. “…..Maka barangsiapa mengharap berjumpa dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal sholeh, dan janganlah ia berbuat syirik sedikit pun dalam beribadah kpd Tuhannya,’ (Al Kahfi: 110), Rasullulah bersabda,” Syirik tersembunyi yaitu ketika seseorang berdiri melakukan shalat, dia perindah shalatnya itu karena mengetahui ada orang lain memperhatikan,” (HR Iman Ahmad). Maka waspadalah, riya justru ada dalam diri orang yang taat ibadah. Sungguh syetan itu tak pernah lelah mengelincirkan manusia dengan segala cara

Marilah kita luruskan niat dalam ibadah untuk mencari keredhoan Allah, bukan untuk pamer. Sejatinya kita manusia, mahluk yang lemah tiada daya, tanpa pertolongan Allah. Hanya padaNya kita memohon dan berlindung. Bila kesulitan hidup melilit, jangan pertanya ke tukang ramal, yuk bangun di penghujung malam menggapai pertolongan Allah dengan tahajud. Jika beribadah, yuk luruskan niat dari noda riya dan sombong yang akan mengotori keikhlasan kita bahkan membawa kita kepada syirik. Wallahu a ‘lam bishshawab (Lva)

Tidak ada komentar: